Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan tingkat backlog perumahan tertinggi di DKI Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 55,83 persen rumah tangga di Jakpus belum memiliki rumah sendiri.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, persoalan backlog perumahan di DKI Jakarta jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
"Secara nasional backlog atau jumlah persentase penduduk yang tidak memiliki rumah adalah 13 persen itu yang paling tinggi. Kalau kita bandingkan antara provinsi adalah DKI Jakarta yang backlog ketidakpemilikan perumahannya itu mencapai 40,59 persen," ungkap Amalia di Kantor BP BUMN, Jakarta, Rabu (1/4).
Artinya, lebih dari separuh rumah tangga di Jakarta Pusat belum memiliki hunian sendiri. Jumlah rumah tangga yang masuk kategori backlog mencapai sekitar 146.729 rumah tangga.
"Di mana di Jakarta Pusat ini 55,83 persen dari rumah tangga di Jakarta Pusat tidak memiliki rumah dengan status milik sendiri atau dengan kata lain sekitar 146,729 rumah tangga," ujarnya.





