Aset PT Itama Ranoraya Tbk Tembus Rp2,43 Triliun dengan Kenaikan Laba Bersih 23,03% di Tahun 2025

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten distribusi alat kesehatan di Indonesia, menutup tahun buku 2025 dengan pertumbuhan kinerja keuangan. 
 
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 12,55% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diikuti dengan kenaikan laba bersih menjadi Rp65,53 miliar, tumbuh 23,03% (YoY), dengan margin laba bersih sebesar 5,96%. Selain itu, laba per saham atau Earning Per Share (EPS) juga tercatat naik sebesar 20,13% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
 
Baca juga: Bukalapak Raih Lonjakan Pendapatan 46% pada 2025

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi ekspansi di berbagai lini usaha yang disertai dengan pengendalian biaya operasional secara efisien. Menurutnya, pertumbuhan di tahun 2025 menjadi indikator bahwa fundamental perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika industri kesehatan. 
 
Heru menegaskan kenaikan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam mempertajam portofolio produk strategis serta menjaga efisiensi operasional. Menurutnya, IRRA berfokus pada penyediaan solusi kesehatan yang relevan dengan tren medis saat ini, sehingga mampu memberikan kontribusi margin bagi perusahaan tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi layanan kesehatan nasional.

Untuk mendukung pengembangan usaha berkelanjutan, hingga akhir 2025 Perseroan telah menuntaskan berbagai investasi strategis yang difokuskan pada penguatan infrastruktur distribusi, sistem logistik, manajemen inventori, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia. Langkah ini mendorong total aset Perseroan melonjak 46,65% menjadi Rp2,43 triliun, yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasional secara signifikan. Ekspansi tersebut juga memperluas jangkauan layanan IRRA, di mana jumlah jaringan distribusi tumbuh 18,5% menjadi 2.504 titik di seluruh Indonesia.
 
Secara sektoral, kinerja Perseroan didukung oleh kontribusi dari beberapa lini usaha utama, meliputi segmen In Vitro Diagnostics sebesar Rp693,48 miliar dan Alat Kesehatan Elektronik Medik Steril sebesar Rp347,94 miliar. Lini Alat Kesehatan Non Elektronik Medik Steril menyumbang Rp52,88 miliar, sementara Produk Kesehatan Lainnya tercatat sebesar Rp5,91 miliar.
 
Capaian di tiap segmen ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar dan keberhasilan Perseroan dalam memperluas portofolio bisnis baru yang memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keseluruhan.
 
"Penguatan investasi di tahun 2025 merupakan langkah terencana untuk meningkatkan kapasitas logistik, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan market share secara signifikan. Kami menilai bahwa penguatan kapabilitas strategis ini menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan alat kesehatan di pasar secara lebih luas dan cepat. Ke depan, kami akan fokus meningkatkan penetrasi pasar di wilayah potensial dan memastikan setiap tahapan ekspansi mampu memberikan kontribusi yang stabil bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," ujar Heru Firdausi Syarif. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Buat Dimakan, Ikan Sapu-Sapu Baiknya Jadi Pakan dan Pupuk
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jalur Kereta Tertutup Longsor, KAI Alihkan Penumpang Menggunakan Bus
• 21 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Wamenhub Beberkan Tren Mudik Pakai Pesawat, Permintaan Private Jet Tinggi
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Trump: Perang dengan Iran akan Segera Berakhir
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.