Layanan darurat Israel mengatakan 14 orang, termasuk seorang gadis berusia 11 tahun, terluka di dekat Tel Aviv pada hari Rabu. Hal itu dipicu serangan rudal yang dituduhkan militer Israel kepada Iran.
Dilansir AFP, Rabu (1/4/2026), petugas medis Israel mengatakan mereka merawat seorang pria berusia 61 tahun dalam kondisi ringan dengan luka akibat ledakan di Utara. Setelah tembakan dari Lebanon, tempat pasukan Israel memerangi Hizbullah yang didukung Iran.
Pada Rabu pagi, militer mengatakan telah mengidentifikasi sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman, serta empat putaran rudal Iran, yang mengaktifkan sirene serangan udara di sebagian besar wilayah tengah dan utara Israel.
Di kota Bnei Brak, dekat Tel Aviv, layanan darurat Magen David Adom mengatakan telah merawat dan mengevakuasi 14 orang yang terluka ke rumah sakit, termasuk seorang gadis berusia 11 tahun dalam kondisi kritis dengan luka akibat pecahan peluru.
Disebutkan bahwa seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dan seorang wanita berusia 36 tahun, juga dengan luka akibat pecahan peluru, berada dalam kondisi sedang. Sementara 11 korban lainnya berada dalam kondisi ringan.
Polisi melaporkan kerusakan di beberapa lokasi di Israel tengah, dan membagikan gambar yang tampak seperti puing-puing rudal di jalan.
Gambar AFP dari Bnei Brak, yang sebagian besar dihuni oleh Yahudi ultra-Ortodoks, menunjukkan petugas pertolongan pertama dan warga membawa anak-anak kecil keluar dari gedung apartemen yang terkena serangan.
Rekaman dan gambar AFP dari pusat kota Tel Aviv menunjukkan petugas pertolongan pertama di lokasi dampak lain dan kawah kecil di jalan dekat kedutaan Prancis.
Iran mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan sasaran militer.
Karena aturan sensor militer yang berlaku di Israel sejak awal perang saat ini, situs militer yang sensitif ditutup untuk umum dan pers, sementara lokasi dampak lainnya di daerah padat penduduk umumnya ditutup sampai dibersihkan dari puing-puing rudal dan amunisi yang belum meledak.
Media Israel mengatakan bahwa amunisi tandan, yang meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil di area yang luas, digunakan dalam serangan terbaru.
Iran dan Israel sebelumnya saling menuduh menggunakan bom tandan.
"Menargetkan warga sipil dan meningkatkan korban jiwa melalui rudal yang dilengkapi dengan bom tandan adalah bagian dari daftar panjang kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan selama beberapa dekade oleh rezim fanatik Iran," tulis Kementerian Luar Negeri Israel di X.
Gelombang peringatan baru tentang datangnya rudal Iran terdengar di Israel tengah sekitar pukul 17.30 (1430 GMT), saat warga Yahudi Israel sedang bersiap untuk liburan Paskah.
Tidak ada laporan langsung tentang korban luka. Media Israel melaporkan bahwa sekitar 10 rudal telah ditembakkan dari Iran.
(azh/jbr)





