Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mempertimbangkan keputusan untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP).
Legislator PDIP itu menyebut Israel sebagai negara yang nakal, lantaran tidak taat terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), meskipun menjadi anggota.
“Dengan situasi seperti itu, ya, ini baru, baru prediksi-prediksi ya, prediksi-prediksi. Kita tahu bahwa Israel itu nakal. Bahkan tidak taat kepada resolusi PBB. Padahal Israel itu juga di bawah PBB,” kata Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Hasanuddin khawatir sikap Israel akan berlaku sama ketika berada di BOP yang diketuai oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Jadi saya bayangkan kalau dia di bawah BOP yang dipimpin oleh Presiden Amerika Donald Trump, seperti apa dia? Nah, begitu. Sehingga ini akan mubazir kalau kita berada di wilayah BOP,” ungkapnya.
Menurut Hasanuddin, Indonesia Harus mempertimbangkan agar keluar dari keanggotaan BOP. Dia mengingatkan kepada pemerintah untuk segera mengambil sikap tegas sebelum semuanya terlambat.
“Jadi sehingga menurut hemat saya, ya, dipertimbangkan saja berulang kali dulu, apa manfaatnya ada di BOP dan kemungkinan-kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki,” tutur Hasanuddin.
“Jangankan di BOP, dia seenak perutnya saja ya. Sekarang di bawah PBB saja dia sudah tidak taat. Daripada kita repot nanti apalagi sampai kita harus mengirim pasukan paling besar sebanyak 8.000 personel,” tambahnya.
Diketahui, gugurnya satu orang prajurit TNI terjadi pada Senin (30/3/2026) pagi di sekitar wilayah Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.
Saat itu, markas UNIFIL tiba-tiba terkena ledakan proyektil di tengah situasi saling serang antara militer Israel dan Hizbullah.
Tak lama usai kejadian itu, serangan kedua terjadi di wilayah Bani Haiyyan. Sebuah kendaraan milik UNIFIL hancur karena ledakan. Akibatnya, dua prajurit TNI tewas. (saa/aag)




