JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Amphuri, Firman M Nur, menilai ada kemajuan signifikan dari sisi persiapan, meski diakui Indonesia sempat tertinggal dalam memulai proses.
Ia juga menyoroti pentingnya mengikuti timeline ketat dari Arab Saudi agar kuota tidak terancam berkurang.
Di sisi lain, Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf mengakui adanya keterlambatan start, namun memastikan seluruh target tetap dapat dikejar. Sejumlah perbaikan pun dilakukan, mulai dari percepatan visa hingga distribusi kartu nusuk sebelum keberangkatan.
Namun pemerintah juga menyadari, pola masalah dalam penyelenggaraan haji terus berubah setiap tahun.
Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang turut menyoroti pentingnya optimalisasi kuota jemaah agar tidak ada kursi haji yang terbuang.
“Ada 2.000 kuota tidak dipakai sementara orang menunggu 28 tahun,” ujarnya.
Masalah klasik seperti kepadatan kamar, keterlambatan transportasi, hingga antrean fasilitas umum menjadi perhatian utama.
Sebagai langkah perbaikan, pemerintah juga meningkatkan kualitas dan komposisi petugas haji, termasuk menambah jumlah petugas perempuan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/EJv_868yA8M
#haji #indonesia #arab
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- haji
- irfan yunus
- indonesia
- jemaah
- kuota





