Penulis: Siti Hardiani
TVRINews, Kalimantan Utara
Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat ramai diperbincangkan di sejumlah daerah tidak berdampak signifikan di Tarakan. Aktivitas pengisian BBM di SPBU Gunung Lingkas terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan antrean kendaraan.
Pantauan di lapangan menunjukkan jumlah kendaraan yang datang masih dalam batas wajar. Pihak pengelola memastikan tidak terjadi peningkatan pembelian maupun kepanikan masyarakat seperti panic buying.
Harga BBM di lokasi tersebut juga tetap stabil. Pertalite dijual Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.900 per liter, dan Dexlite Rp14.800 per liter.
Dari sisi distribusi, penyaluran BBM masih berjalan lancar. Penjualan Pertalite tercatat sekitar 15 kiloliter per hari. Sementara Pertamax berada di kisaran 2.000 hingga 3.000 liter per hari, dan Dexlite sekitar 1.000 hingga 2.000 liter per hari.
Pengawas SPBU Gunung Lingkas, Eko Sarwako, menyampaikan bahwa tren penjualan saat ini tidak mengalami perubahan signifikan.
“Normal seperti biasanya, kalaupun antrean panjang dan banyak biasanya itu karena ada bongkaran BBM,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa antrean yang sesekali terlihat panjang umumnya disebabkan oleh proses bongkar muat BBM dari truk tangki, bukan karena lonjakan konsumsi masyarakat.
Untuk mengantisipasi potensi penimbunan, pihak SPBU menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi melalui sistem QR code. Kendaraan roda dua dibatasi maksimal Rp100.000, sementara kendaraan roda empat disesuaikan dengan kapasitas tangki masing-masing.
Selain itu, ketersediaan pasokan BBM di Tarakan juga dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan, terdapat tambahan distribusi hingga 40 kiloliter dalam satu hari guna menjaga kestabilan pasokan.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena distribusi dan stok BBM di wilayah tersebut masih terjaga dengan baik.
Editor: Redaktur TVRINews





