ABU DHABI, KOMPAS.TV - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membuka Selat Hormuz yang ditutup akibat perang AS-Israel di Iran.
Menurut laporan Bloomberg via Anadolu, Kamis (2/4/2026) permintaan tersebut disampaikan UEA mealui surat Duta Besar UEA untuk PBB Mohamed Abushabab untuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB.
Dalam surat yang diteken pada Selasa (31/3/2026), UEA meminta PBB mengaktifkan ketentuan Pasal 7 Piagam PBB. UEA meminta penerapan pasal tersebut untuk memastikan keamanan navigasi di Selat Hormuz.
Baca Juga: Presiden Iran Kirim Surat Terbuka untuk Rakyat AS, Pertanyakan Tujuan Perang Trump
Pasal 7 Piagam PBB diketahui memuat tindakan hukum untuk menghadapi ancaman perdamaian internasional dengan cara-cara meliputi blokade ekonomi hingga pengerahan kekuatan militer.
Lalu lintas Selat Hormuz sendiri dilaporkan terganggu sejak awal Maret 2026 atau pada awal serangan AS-Israel ke Iran. Teheran menutup selat tersebut sebagai balasan agresi AS-Israel yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur perairan vital bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz.
Penutupan Selat Hormuz dilaporkan telah memicu kenaikan harga minyak dunia dan dikhawatirkan menimbulkan dampak ekonomi jangka panjang.
Adapun perang AS-Israel di Iran yang berlangsung hingga lima pekan dilaporkan telah memakan korban ribuan orang.
Perang juga meluas ke Lebanon dengan yang dihantam operasi pengeboman dan invasi darat Israel. Negara-negara di Teluk Arab pun terdampak serangan balasan Iran.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- penutupan selat hormuz
- perang iran
- uni emirat arab
- pbb





