Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memastikan langkah percepatan untuk menyempurnakan implementasi dan efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), utamanya terkait dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Progres (hingga) 30 Maret 2026 itu sudah berada di 38 provinsi, mencapai 61.680.043 penerima manfaat. Sementara, sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi, dengan 2.162 (di antaranya) ditutup sementara, yang di-suspend (ditangguhkan) 1.789 (dapur), (dikenakan) SP1 368 (dapur), (dikenakan) SP2 (sebanyak) lima (dapur), sehingga totalnya 2.162 (dapur),” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan pihaknya terus bergerak untuk memantau dan mengevaluasi program ini, agar pelaksanaan MBG dapat berjalan dengan efektif sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Karena sebagaimana kita tahu MBG ini kan program yang sangat besar, memberikan 60 juta anak-anak kita makan, tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Tapi kita terus, pemerintah terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan. Itu masih ada kurang-kurangnya di sana-sini, tapi insya Allah akan semakin bagus,” jelas dia.
Selain itu, Zulhas menegaskan bahwa SPPG yang masih belum melakukan perbaikan setelah diberikan peringatan dan penangguhan, dapat berujung pada penutupan operasional dapur.
“Jadi tadi ada 2.162 jumlah totalnya. Tapi 1.789 di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, ya, kita tutup juga,” ujar dia.
Selain dapur, ia juga mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus pada efektivitas pelaksanaan program MBG kepada para siswa, utamanya pemberian makanan di hari libur seperti Hari Raya Idul Fitri 1447 H beberapa waktu lalu.
“Kalau libur Lebaran kan kalau dimasukkan juga tidak efektif. Jadi itu libur tidak ada lagi (pemberian MBG kepada siswa),” kata Menko Zulhas.
Ia berharap, program ini bisa semakin efektif, sempurna, dan memberikan dampak langsung kepada penerima manfaat setidaknya hingga akhir tahun ini.
“Tentu (harapannya) semakin hari akan semakin baik. Atas perintah Bapak Presiden, kita diminta sudah sempurna sebelum akhir tahun, mudah-mudahan. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Zulhas menambahkan.
Baca juga: SPPG di Kota Malang terapkan inovasi MBG berkonsep prasmanan
Baca juga: Pemkab Lombok Timur siap fasilitasi perbaikan IPAL dapur MBG
Baca juga: BGN : Puluhan SPPG di Lombok Tengah di-suspend untuk jaga kualitas MBG
“Progres (hingga) 30 Maret 2026 itu sudah berada di 38 provinsi, mencapai 61.680.043 penerima manfaat. Sementara, sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi, dengan 2.162 (di antaranya) ditutup sementara, yang di-suspend (ditangguhkan) 1.789 (dapur), (dikenakan) SP1 368 (dapur), (dikenakan) SP2 (sebanyak) lima (dapur), sehingga totalnya 2.162 (dapur),” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan pihaknya terus bergerak untuk memantau dan mengevaluasi program ini, agar pelaksanaan MBG dapat berjalan dengan efektif sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Karena sebagaimana kita tahu MBG ini kan program yang sangat besar, memberikan 60 juta anak-anak kita makan, tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Tapi kita terus, pemerintah terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan. Itu masih ada kurang-kurangnya di sana-sini, tapi insya Allah akan semakin bagus,” jelas dia.
Selain itu, Zulhas menegaskan bahwa SPPG yang masih belum melakukan perbaikan setelah diberikan peringatan dan penangguhan, dapat berujung pada penutupan operasional dapur.
“Jadi tadi ada 2.162 jumlah totalnya. Tapi 1.789 di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, ya, kita tutup juga,” ujar dia.
Selain dapur, ia juga mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus pada efektivitas pelaksanaan program MBG kepada para siswa, utamanya pemberian makanan di hari libur seperti Hari Raya Idul Fitri 1447 H beberapa waktu lalu.
“Kalau libur Lebaran kan kalau dimasukkan juga tidak efektif. Jadi itu libur tidak ada lagi (pemberian MBG kepada siswa),” kata Menko Zulhas.
Ia berharap, program ini bisa semakin efektif, sempurna, dan memberikan dampak langsung kepada penerima manfaat setidaknya hingga akhir tahun ini.
“Tentu (harapannya) semakin hari akan semakin baik. Atas perintah Bapak Presiden, kita diminta sudah sempurna sebelum akhir tahun, mudah-mudahan. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Zulhas menambahkan.
Baca juga: SPPG di Kota Malang terapkan inovasi MBG berkonsep prasmanan
Baca juga: Pemkab Lombok Timur siap fasilitasi perbaikan IPAL dapur MBG
Baca juga: BGN : Puluhan SPPG di Lombok Tengah di-suspend untuk jaga kualitas MBG





