jpnn.com - PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen mendukung proses investigasi terkait insiden kebakaran yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita di Bekasi.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Robert Dumatubun menjelaskan fasilitas yang mengalami insiden tersebut merupakan SPBE milik swasta.
BACA JUGA: Pasca-Insiden SPBE di Bekasi, Pertamina Jamin Pasokan LPG Tetap Aman
Perusahaan tersebut selama ini beroperasi sebagai mitra strategis dalam rantai penyaluran LPG Pertamina untuk wilayah Bekasi.
Robert menyatakan pihaknya akan membantu dan mendukung proses investigasi yang diperlukan dalam insiden tersebut.
BACA JUGA: Heboh Isu PPPK Terancam PHK Gegara Efisiensi, Gubernur Bengkulu Sampaikan Instruksi
"Untuk SPBE tersebut adalah SPBE Swasta sebagai mitra lembaga penyalur LPG Pertamina. Kami juga bantu dan support terkait investigasi dan dorong agar langkah yang diperlukan untuk dilakukan SPBE, dapat segera dilakukan," ujar Robert saat dihubungi jpnn.com, Kamis (2/4).
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menjamin ketersediaan LPG bagi warga di wilayah Bekasi dan sekitarnya tetap terjaga.
BACA JUGA: Dipanggil KPK terkait Kasus Korupsi, Muhammad Suryo Diminta Kooperatif
Pihak otoritas memastikan tidak akan ada kendala distribusi akibat terhentinya operasional di titik kejadian.
Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria menyatakan pihaknya telah mengaktifkan skema Regular Alternative Emergency (RAE).
Strategi darurat ini melibatkan pengalihan tugas pengisian ke beberapa SPBE mitra lainnya di wilayah terdekat.
"Pertamina Patra Niaga Regional JBB memastikan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman. Telah disiapkan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dengan dukungan suplai dari SPBE terdekat," ungkap Susanto dikutip dari keterangan pers, Jumat (3/4).
Saat ini, pengisian tabung gas dialihkan ke tiga fasilitas pengganti, yakni SPBE PT Kenrope Sarana Pratama, SPBE PT Pacific Sumber Segara, dan SPBE PT Dharma Wira Sentosa.
Seluruh titik alternatif tersebut dipastikan masih berada dalam jangkauan operasional yang efisien karena berjarak kurang dari 8 kilometer.
"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panic buying atas kejadian ini, karena telah disediakan titik suplai pengganti SPBE untuk tetap melayani masyarakat," kata Susanto. (mcr31/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




