Penulis: Andi Syam
TVRINews, Kabupaten Banjar
Beban biaya hidup dan operasional pedagang di Kabupaten Banjar kian bertambah. Dalam beberapa hari terakhir, harga berbagai jenis plastik di sejumlah kios di Martapura terpantau mengalami kenaikan drastis, bahkan ada yang mencapai dua kali lipat dari harga normal.
Kenaikan ini dirasakan langsung oleh para pedagang plastik maupun konsumen yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk usaha harian mereka.
Di tingkat pedagang eceran, harga plastik kemasan seperti kantong kresek dan plastik bening naik mulai dari 30 persen hingga 100 persen. Lonjakan ini terjadi secara bertahap seiring dengan kenaikan harga yang diterapkan oleh pihak distributor.
Salah seorang pedagang plastik di Martapura, M. Zaini Dahlan, mengungkapkan bahwa hampir semua jenis plastik mengalami penyesuaian harga.
"Kalau hitungan persen, kenaikannya sekitar 30 persen sampai 100 persen. Itu mencakup semua jenis, termasuk gelas plastik yang biasanya dibeli pedagang pinggir jalan. Barang-barang itu yang harganya naik terus," ujar Zaini, Senin, 6 April 2026.
Lonjakan harga yang tidak terkendali ini mulai berdampak pada sisi penjualan. Pedagang melaporkan adanya penurunan minat beli dari masyarakat. Banyak konsumen yang kini mulai membatasi jumlah pembelian plastik atau mencari alternatif lain yang lebih murah.
Kondisi tersebut menjadi dilema, terutama bagi pedagang makanan dan minuman skala kecil yang selama ini menjadikan plastik sebagai komponen utama pengemasan produk mereka.
Harga plastik yang terus melambung diperkirakan akan memicu efek domino terhadap harga barang konsumsi lainnya. Jika biaya kemasan naik, maka para pelaku usaha mikro kemungkinan besar akan menaikkan harga jual produk mereka kepada masyarakat untuk menutupi biaya operasional.
Para pedagang dan masyarakat di Martapura berharap agar distribusi plastik kembali stabil dan harga dapat ditekan, guna menjaga perputaran ekonomi di tingkat bawah tetap berjalan lancar.
Editor: Redaksi TVRINews




