tvOnenews.com - Pada malam hari, sebagian orang bangun dari tidurnya untuk menunaikan shalat tahajud. Ibadah sunnah ini sangat dianjurkan karena menyimpan banyak keutamaan luar biasa.
Meski demikian, tidak sedikit yang masih merasa ragu mengenai batas waktu pelaksanaan shalat tahajud.
Dalam penjelasannya, almarhum Syekh Ali Jaber menyebutkan bahwa shalat tahajud dapat dikerjakan meskipun hanya terdiri dari dua rakaat saja.
“Shalat malam bisa dilakukan walaupun dengan dua rakaat dan ditutup shalat witir. Shalat malam tidak harus tidur dulu,” ungkap Syekh Ali Jaber.
Jika ingin menunaikan shalat tahajud, waktunya dapat dimulai setelah shalat Isya hingga menjelang subuh. Namun, berakhirnya waktu tahajud tidak ditandai dengan istilah imsak.
“Shalat malam waktunya mulai habis Isya sampai Subuh. Tidak ada imsak untuk shalat malam. Kalau imsak itu hanya pas puasa, sebelum adzan kira-kira 10 menit ada istilah imsak,” jelasnya.
Istilah imsak sendiri tidak berlaku untuk shalat malam atau tahajud, melainkan hanya digunakan dalam konteks ibadah puasa.
Lalu, kapan batas akhir seseorang berhenti melaksanakan shalat tahajud dalam satu hari?
- Istimewa
Menurut penjelasan Syekh Ali Jaber, waktu shalat tahajud berakhir ketika waktu subuh telah masuk.
“Kapan berhenti shalat malam? Kalau sudah adzan subuh,” ujarnya.
Ada kondisi tertentu ketika seseorang sedang menunaikan shalat malam, lalu tiba-tiba terdengar adzan subuh. Dalam keadaan ini, shalat yang sedang dikerjakan masih boleh diselesaikan.
Namun, setelah adzan subuh berkumandang, tidak diperkenankan lagi menambah rakaat shalat tahajud.
Dengan demikian, adzan subuh menjadi penanda batas akhir untuk melaksanakan shalat malam atau tahajud, sehingga tidak boleh dilanjutkan dengan rakaat tambahan setelahnya.
(kmr)




