Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan hasil uji coba Biodiesel 50 (B50) menunjukkan performa yang cukup baik dan siap memasuki tahap implementasi pada 1 Juli 2026.
Uji Coba Hampir Rampung dan Tunjukkan Hasil PositifUji coba B50 telah berlangsung selama hampir enam bulan dengan pengujian pada berbagai jenis alat dan moda transportasi seperti alat berat, kapal, kereta api, truk, dan kendaraan lainnya.
Bahlil menyatakan, "Sampai dengan hari ini, uji cobanya alhamdulillah cukup baik," ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan proses uji coba masih berjalan dan belum sepenuhnya selesai.
" Tetapi, sebentar lagi akan final. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50," ujarnya.
Dorong Kemandirian Energi dan Tekan ImporPemerintah mendorong penggunaan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi di tengah krisis global akibat gejolak geopolitik Timur Tengah.
"Bayangkan sekarang kalau kita tidak ada diversifikasi (energi). Kita mau berharap kepada siapa?" kata Bahlil.
Saat ini Indonesia masih menerapkan kebijakan mandatori B40 yang terbukti mampu menekan impor solar sebesar 3,3 juta kiloliter dan menurunkan emisi hingga 38,88 juta ton CO2 ekuivalen.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, pemanfaatan biodiesel domestik mencapai 14,2 juta kiloliter atau setara 105,2 persen dari target indikator kinerja utama sebesar 13,5 juta kiloliter.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan penerapan campuran biodiesel 50 persen dalam bahan bakar dalam forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan B50 akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan berpotensi menghemat subsidi hingga Rp48 triliun.
Selain itu, implementasi B50 diperkirakan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun.
Pertamina juga disebut telah siap untuk melaksanakan implementasi kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.



