Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak kepada pihak kepolisian untuk memberantas dan memutus mata rantai premanisme hingga ke hulunya.
Hal ini merespons aksi premanisme brutal terjadi Purwakarta, di mana seorang ayah yang tengah menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya dikeroyok hingga tewas.
Advertisement
Politikus NasDem itu menuturkan, kasus itu menunjukkan pola premanisme yang selama ini ada, tidak berdiri sendiri. Biasanya, menurut dia, aksi premanisme itu terorganisir, teratur, berkelompok, dan berlindung di balik organisasi.
"Ini yang harus ditindak. Polisi harus berani putus mata rantai premanisme dari hulunya," kata sahroni seperti dilansir dari Antara, Senin (6/4/2026).
Dia meminta polisi untuk tidak hanya menindak preman-preman kelas bawahnya saja, melainkan juga harus membekuk pemimpin-pemimpin preman tersebut.
"Jangan cuma kroco-kroco lapangan saja yang ditangkap karena itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah," ungkap Sahroni.
Dia mengungkapkan, jika hanya menindak pelaku di lapangan, diduga kuat akan munculnya aksi premanisme yang baru dengan pola yang sama. Sahroni mendesak agar akar permasalahan preman ditindak secara tegas oleh aparat.
"Akar permasalahannya harus diberantas, jaringan, dan kebiasaan pungli seperti ini harus dihentikan total agar masyarakat benar-benar merasa aman di lingkungannya," kata dia.




