Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengaku miris melihat kejadian rumah doa milik Jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika, Teluknaga, Kabupaten Tangerang digeruduk warga usai ibadah Jumat Agung, Jumat (3/4/2026). Sahroni menyayangkan masih adanya pihak yang meggunakan cara intimidatif terhadap kegiatan agama lain.
“Saya sangat kecewa dan miris melihat kejadian ini. Apalagi dilakukan oleh orang-orang yang mengaku beragama dan menjunjung moral, tapi caranya justru intimidatif dengan membawa massa menggeruduk rumah ibadah di hari besar keagamaan. Ini jelas mencederai nilai toleransi di negara yang berlandaskan Pancasila,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).
Sahroni pun meminta semua pihak membiasakan diri menempuh jalur-jalur yang telah disediakan negara, jika menemukan sesuatu perkara atau ketidaksesuaian. “Kalau persoalannya perizinan, tempuh saja jalur administratif yang sudah disediakan negara. Jangan main geruduk berbasis massa seperti ini karena sangat timpang dan intimidatif,” ujarnya.
Baca Juga:Pemerintah Resmi Melarang Anak di Bawah 16 Tahun Akses MedsosBaca juga: Mediasi Lancar, Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga Dibuka Kembali
Sahroni menambahkan, aparat harus tegas terhadap pelaku intoleran. “Jangan terbawa arus massa, ambilah sikap objektif dan humanis. Ke depan jangan biarkan aksi-aksi seperti ini terulang, apalagi menyangkut kegiatan beragama yang sama sekali bukan tindakan kriminal,” tegas Sahroni.Diketahui, rumah doa milik Jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika, Teluknaga, didatangi warga usai ibadah Jumat Agung, Jumat (3/4/2026). Para jemaat pun langsung kembali pulang usai Jumat Agung selesai.
Adapun penutupan rumah doa itu dilakukan langsung oleh Satpol PP Kabupaten Tangerang. Mereka memasang stiker segel pada rumah doa tersebut karena belum memiliki Perizinan Bangun Gedung (PBG).
Diberitakan sebelumnya, pembukaan kembali segel Yayasan dan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten berjalan lancar. Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar selaku mediator dan fasilitator dalam proses musyarawah antara Pemkab Tangerang, Yayasan, dan Rumah Doa menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta kebebasan beragama di Indonesia.
Baca Juga:Jadwal Imsak Jogja Hari Ini 7 Maret 2026, Subuh Jam Berapa? Simak Doa Sahur“Sore ini saya turun langsung ke lokasi di Yayasan dan rumah doa POUK Teluknaga untuk hadir langsung di lapangan, melakukan mediasi, serta berkomunikasi dan menghubungi berbagai pihak terkait guna mencari solusi terbaik. Upaya tersebut alhamdulillah terlaksana dan nyata kehadiran negara dalam merespons persoalan di tengah masyarakat,” katanya, Senin (6/4/2026).



