Misi Artemis II Sukses Lintasi Sisi Jauh Bulan dan Pecahkan Rekor Jarak Terjauh

mediaindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita

SEJARAH baru tercipta di kedalaman antariksa. Pada 6 April 2024, kapsul Orion bernama "Integrity" yang membawa empat astronot misi Artemis II berhasil melakukan terbang lintas (flyby) bersejarah di sisi jauh Bulan. Momen ini menandai kembalinya manusia ke lingkungan lunar setelah lebih dari setengah abad.

Misi yang diawaki Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch (NASA), dan Jeremy Hansen (CSA) ini tidak hanya sekadar melintas, tetapi juga memecahkan rekor jarak terjauh manusia dari planet Bumi.

Melampaui Batas Apollo 13

Artemis II resmi memecahkan rekor jarak yang sebelumnya dipegang oleh misi Apollo 13 pada 1970. Kapsul Integrity mencapai titik terjauhnya dari Bumi pada jarak sekitar 406.771 kilometer.

Baca juga : Misi Artemis II Meluncur, Manusia kembali ke Bulan setelah 50 Tahun

Astronot Jeremy Hansen berharap rekor ini tidak bertahan lama sebagai bentuk tantangan bagi generasi mendatang. "Kami memilih momen ini untuk menantang generasi ini dan generasi berikutnya guna memastikan rekor ini tidak bertahan lama," ujarnya sesaat setelah melampaui catatan waktu Apollo 13.

Misi Sains di Sisi Gelap Bulan

Berbeda dengan misi robotik, kehadiran mata manusia memberikan perspektif unik bagi penelitian geologi Bulan. Para astronot bertugas mengamati variasi warna dan tekstur permukaan Bulan yang tidak selalu tertangkap sempurna oleh kamera robot.

Salah satu target utama adalah Cekungan Orientale, kawah raksasa selebar 965 kilometer yang dijuluki "Grand Canyon-nya Bulan". Untuk pertama kalinya, mata manusia melihat kawah ini secara langsung di bawah sinar matahari.

Baca juga : Tak Lagi Andalkan Radio, NASA Siapkan Laser untuk Misi Artemis

Komandan misi, Reid Wiseman, menggambarkan fitur kawah tersebut dengan detail kepada pusat kendali. "Cincin tahunannya... dari sini terlihat sangat melingkar. Bagian utaranya lebih lebar dan gelap, sedangkan bagian selatannya jauh lebih terang," lapornya.

Pengalaman ini memberikan dampak emosional yang mendalam bagi kru. Christina Koch mengungkapkan perasaannya saat menatap lanskap lunar dari jendela kapsul. "Ada perasaan luar biasa yang menggerakkan saya saat menatap Bulan. Sesuatu menarik saya tiba-tiba ke lanskap lunar, dan itu menjadi nyata. Kenyataannya adalah, Bulan benar-benar merupakan benda langitnya sendiri di alam semesta," ungkap Koch.

Fenomena Gerhana Matahari Unik

Selain pengamatan Bulan, kru Artemis II menyaksikan fenomena langka: gerhana matahari total dari perspektif luar angkasa. Karena posisi mereka yang dekat dengan Bulan, matahari tertutup selama 53 menit, jauh lebih lama dibandingkan gerhana yang terlihat dari Bumi.

Astronot Victor Glover mendeskripsikan pemandangan tersebut dengan takjub. "Matahari telah hilang di balik Bulan, dan korona masih terlihat, sangat terang dan menciptakan halo di hampir seluruh bagian Bulan. Bumi begitu terang di luar sana, dan Bulan hanyalah sebuah bola hitam yang menggantung di depan kami. Luar biasa," kata Glover.

Perjalanan Pulang

Setelah menyelesaikan manuver terbang lintas yang memanfaatkan gravitasi Bulan sebagai ketapel alami, kapsul Integrity kini dalam perjalanan kembali menuju rumah. Jika sesuai jadwal, para astronot akan mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada Jumat sore, 10 April 2024.

Kesuksesan Artemis II menjadi fondasi krusial bagi misi Artemis III di tahun 2027, yang ditargetkan untuk menguji prosedur pendaratan manusia kembali di permukaan Bulan. (Space/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Abaikan Ancaman Trump: Arogan, Retoris dan Delusional
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Isu ”Reshuffle” Kabinet, Teddy: Tunggu Saja!
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Fadly Amran Tekankan Percepatan Program dan Budaya Kerja Bersih
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Hidup Sebatang Kara, Mbok Endang Belum Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Thailand Perketat Kontrol Ekspor Minyak Sawit Mentah Mulai April 2026 untuk Amankan Pasokan Domestik
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.