REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Konflik geopolitik antara Amerika-Israel dengan Iran merembet ke sektor usaha kecil di Kota Cimahi, Jawa Barat. Seperti yang dirasakan Kusnanto (57 tahun) produsen tempe di Jalan Margaluyu, RT 07/02, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah.
Ia mengaku harga harga kedelai sebagai bahan baku utama serta plastik untuk mengemas tempe itu terus mengalami kenaikan sejak eskalasi di kawasan Timur Tengah memanas. Kondisi tersebut jelas menekan biaya produksi tempe yang dijalankan Kusnanto dan lainnya.
Baca Juga
Harga Plastik Melonjak hingga 80 Persen, Pemerintah Siapkan Mitigasi
Harga Plastik Melonjak, Peluang Percepat Program Zero Waste
Harga Plastik Naik, PKL Tercekik
"Iya, sekarang ini mulai melejit naik. Kedelai itu udah Rp 10.800 per kilogram, normalnya Rp 8.000-9.000 per kilogram," kata Kusnanto kepada waratwan, Selasa (7/4/2026).
Harga plastik bahkan lebih melonjak imbas konlfik geopolitik di Timur Tengah itu. Harganya mencapai Rp 50.000 per kilogram dari awalnya Rp 25.000-30.000 per pax. "Paling terdampak memang plastik ini karena naiknya sangat tinggi, sekarang Rp 50.000 per pax," ucap Kusnanto.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dirinya masih bergantung dengan kedelai impor karena ketersediaan kedelai lokal sangat terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan produksi. Stok yang punyai Kusnanto pun mulai menipis karena menurut informasi yang diterimanya impor dari luar negeri pun terdampak situasi geopolitik. Setiap harinya, ia menggunakan sekitar 5-6 kuintal kedelai ke dalam berbagai ukuran.
Selain itu, tempe yang diproduksinya juga masih menggunakan plastik berukuran 3 ons dan sulit untuk beralih menggunakan daun pisang karena harganya lebih mahal. Naiknya harga plastik itu dipicu harga bahan baku polyethlene yang masih mengandalkan impor sehingga ikut terdampak eskalasi di Timur Tengah.
"Kalau saya enggak akan pakai daun dulu karena lebih mahal. Pakai plastik aja meskipun harganya memang enggak sebanding dengan produksi," kata Kusnanto.
Di tengah tingginya harga bahan baku, Kusnanto memilih tidak menaikan harga karena khawatir berdampak terhadap penjualan. Untuk ukuran 3 ons dijual Rp 5.000 per pcs, Rp 6.000 per pcs untuk ukuran 4 ons, Rp 7.000 per pcs untuk ukuran 5,5 ons, Rp 8.000 per pcs untuk ukuran 6 ons, dan Rp 12 ribu per pcs untuk ukuran 9 ons.