Kabar baik datang dari Pesepakbola Indonesia, Pratama Arhan yang resmi menuntaskan studi pendidikan sarjananya (S1) di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Ia digadang-gadanga akan menjadi lulusan pertama dengan ijazah blockchain.
Diketahui punggawa klub Bangkok United itu baru saja melaksanakan sidang skripsi di Program Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus pada 01, April 2026 dengan judul skripsi "Peran Brand Ambassador, Social Media Marketing, dan Brand Familiarity dalam Meningkatkan Penjualan pada Sepatu Sepak Bola Mizuno".
Lantas, apa sebenarnya ijazah blockchain yang diraih oleh Pratama Arhan?
Definisi dan Konsep Ijazah BlockchainIjazah blockchain merupakan dokumen akademis yang dihasilkan melalui teknologi blockchain, yang menjamin keaslian dan keamanan data. Berbeda dengan ijazah konvensional yang hanya berupa lembaran kertas, ijazah blockchain menyimpan informasi dalam format digital permanen. Hal ini memanfaatkan fungsi dasar blockchain sebagai sistem pencatatan yang aman, transparan, dan tidak dapat dimanipulasi.
Salah satu keunggulan utama ijazah digital berbasis blockchain adalah kemampuannya untuk mencegah pemalsuan. Melalui struktur data yang terdesentralisasi dan terenkripsi, ijazah ini menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem tradisional.
Selain itu, ia menyediakan kemudahan akses dan verifikasi, di mana semua pihak yang berkepentingan dapat dengan cepat memvalidasi keaslian ijazah tanpa harus bergantung pada institusi penerbit.
Pada dasarnya, blockchain bekerja dengan cara mencatat data dalam blok yang terhubung satu sama lain. Setiap blok berisi informasi yang diverifikasi dengan metode kriptografi.
Dalam konteks ijazah, setiap informasi seperti nama lulusan, program studi, dan nilai ditempatkan dalam blok yang akan divalidasi dan diunggah ke jaringan. Setelah tersimpan, data dalam blockchain tidak dapat dihapus atau diubah, menjadikan dokumen tersebut selalu dapat dilacak dan diverifikasi sepanjang waktu.
Mengutip ANTARA Rektor Udinus Semarang Prof Pulung Nurtantio Andono, pihanya telah berkerjasama dengan Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center (IBC), serta Sealbound UAE untuk penerapan ijazah berbasis "blockchain" ini.
Melalui kolaborasi ini, Udinus tidak hanya menerapkan teknologi baru, tetapi juga membangun kapabilitas dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung implementasi sistem ijazah blockchain secara berkelanjutan.
Penggunaan ijazah berbasis blockchain diharapkan dapat menggeser paradigma ijazah tradisional yang selama ini bergantung pada dokumen fisik. Dengan kehadiran identitas digital yang aman dan dapat diverifikasi, lulusan tidak perlu lagi khawatir tentang hilangnya ijazah fisik atau keraguan tentang keasliannya. Hal ini dapat menghasilkan solusi yang lebih efisien untuk sistem pendidikan di negara mana pun.
Dengan inovasi dan penerapan sistem seperti ini, masa depan pendidikan di Indonesia dan di seluruh dunia akan semakin cerah, memberikan jaminan dan kepastian bagi semua pemangku kepentingan dalam ekosistem pendidikan.
Baca Juga:Penting! 8 Kelompok Ini Tak Bisa Bebas Makan Alpukat





