Kebijakan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian harus DIpahami Masyarakat

mediaindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan pentingnya konsolidasi dalam kebijakan di tengah ketidakpastian global. Dengan itu pemerintah bisa menyampaikan kebijakan dan kondisi perekonomian negara kepada masyarakat secara lebih menyeluruh.

"Di tengah situasi faktor ketidakpastian yang makin menguat, banyak pertanyaan dari masyarakat. Salah satu yang menjadi kunci sekarang ini adalah harga BBM naik apa tidak? Kalau tidak naik, availability (ketersediaan) di masyarakat seperti apa? Jangan sampai harga tidak naik, kemudian barangnya enggak ada," ujarnya dalam acara diskusi Outlook Indonesia di Jakarta, Selasa (7/4).

Semuanya, kata Misbakhun, harus dikonsolidasikan untuk menyampaikan kepada masyarakat secara kuat pesan-pesan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah mereka. Bahwa fiskal Indonesia mempunyai daya tahan untuk mengabsorb semua risiko-risiko itu, dan kemudian dibangun kebijakan-kebijakan yang memitigasi.

Baca juga : Beban Subsidi BBM Membengkak, Ekonom Ingatkan APBN Bisa Kehilangan Buffer

Kemarin pihaknya sudah menggelar rapat dengan menteri keuangan untuk memastikan bahwa BBM subsidi tidak naik. Malamnya di Danantara juga rapat dengan Pertamina, PLN, sama PSO-PSO (public service obligation), ada Pelni, KAI, Damri, Pupuk, Bulog.

"Memastikan bahwa semua yang menjadi tugas negara yang menggunakan mekanisme belanja di APBN itu dijalankan dengan baik. Pemerintah ketika mengambil keputusan untuk tidak melakukan penyesuaian harga, itu transmisi kebijakan makronya berjalan, dan transmisi operasionalnya di dalam operator PSO itu juga berjalan," ujarnya.

"Jangan sampai kemudian pemerintah memutuskan tidak menaikkan BBM, kemudian orang melihat bus tidak beroperasi, kereta api tidak beroperasi. Inilah harus dikonsolidasikan semua," imbuhnya.

Misbakhun menyebut perlu antisipasi celah-celah yang memanfaatkan situasi ekonomi ini menjadi gerakan politik.

"Apalagi kan seperti kita ketahui tiba-tiba muncul gerakan-gerakan politik yang mengatakan akan menjatuhkan presiden, akan membuat kerusuhan dan sebagainya. Kami kalau di politik, kita harus mengantisipasi sejak awal. Apa trigger pintu masuk mereka? Stabilitas ekonomi harus kita jaga dalam rangka menjaga stabilitas politik," pungkasnya. (Ifa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS-Iran Gencatan Senjata 2 Minggu, Apa Isi Proposal 10 Poin Teheran Akhiri Perang?
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Mengapa Trump Menunda Penghancuran Peradaban Iran dalam Semalam?
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Menhaj Beberkan Kendala Jelang Haji 2026: 2.200 Ton Beras Terhambat Imbas Perang
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara: Finalisasi Whoosh Segera Diumumkan, Operasional Tetap di KAI
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Balai Besar KSDA NTT Tangani Anakan Komodo Masuk Pondok Warga
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.