Bukan saja berperan sebagai salah satu manufaktur yang paling berpengaruh di industri otomotif nasional, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) turut berfokus pada pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan.
Itu dibuktikan lewat upaya pabrikan yang konsisten memperkuat perannya sebagai bagian dari solusi melalui penerapan prinsip industri hijau, yang diberlakukan di lingkungan kerja dan fasilitas milik Toyota Indonesia.
Hasilnya, TMMIN kembali dianugerahi penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dan PROPER Hijau tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
PROPER Hijau ditujukan untuk fasilitas produksi TMMIN yang berlokasi di Karawang Jawa Barat dan Sunter. Tidak hanya itu, mereka juga raih predikat Green Leadership Utama CEO yang berhak disandang Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto.
Program KIJANGKU (Konservasi Hijau Selamatkan Lingkunganku) yang telah mengantarkan TMMIN mencatatkan kesuksesan tersebut. Green Leadership Utama CEO dan PROPER Emas yang merupakan peringkat tertinggi turut berhasil diraih TMMIN Karawang 1 dan 2.
Hasil tersebut tentu saja melanjutkan tren positif TMMIN sejak tahun-tahun sebelumnya, di mana pabrik TMMIN Karawang 1, 2, dan 3 meraih Emas. Sementara TMMIN Karawang 3, TMMIN Sunter 1, dan TMMIN Sunter 3 berhak menerima PROPER Hijau.
Sekaligus membuktikan bahwa serangkaian penghargaan tersebut merupakan pengejawantahan kepemimpinan perusahaan dalam menempatkan aspek lingkungan hidup sebagai salah satu prioritas strategis.
Tak terlewat predikat Green Leadership Utama CEO yang disematkan kepada Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, atas inisiatif, visi, serta keputusan strategis yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Green Leadership merupakan salah satu aspek kunci dalam meraih maupun mempertahankan peringkat PROPER Emas. Pada periode 2023–2024 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara resmi menjadikan kriteria ini sebagai bagian dari sistem penilaian PROPER.
Perusahaan tidak lagi hanya dinilai dari kinerja teknis pengelolaan lingkungan, tetapi juga dari kepemimpinan hijau yang mendorong transformasi keberlanjutan pada tataran strategis.
“Terima kasih, penghargaan ini penyemangat bagi kami untuk terus menerus menerapkan standar lingkungan di seluruh fasilitas perusahaan kami, sehingga kami bisa berkontribusi dalam target nasional terkait dengan lingkungan dan perubahan iklim,” kata Nandi.
Sedikit tentang program KIJANGKU yang diajukan oleh TMMIN dalam ajang TMMIN, telah menjadi bukti nyata kontribusi TMMIN dalam konservasi alam, efisiensi energi, dan pemberdayaan masyarakat.
TMMIN Karawang Plant 1 dan 2 sudah mengelola dampak lingkungannya melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengidentifikasi dan mengurangi emisi selama proses manufaktur.
Melalui program Eko-Inovasi Smart Transforming Chiller System, perusahaan meningkatkan efisiensi energi pada hotspot utama di unit painting sebagai bagian dari transformasi menuju industri rendah karbon.
Inisiatif ini diperluas beyond factory gate melalui Program KIJANGKU untuk menjawab tantangan abrasi di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.
Bersama masyarakat, program ini memulihkan pesisir melalui rehabilitasi mangrove, pemanfaatan limbah ban bekas menjadi Alat Pemecah Ombak (APO), serta pemberdayaan ekonomi berbasis nature-based solutions.
Hingga kini, KIJANGKU membentuk 14,96 hektare area konservasi mangrove dengan survival rate 98,6 persen, melindungi 4,3 hektare tambak ikan, 27 hektare sawah, dan 76 keluarga pesisir.
Pendekatan terintegrasi ini memastikan eko-inovasi manufaktur dan inovasi sosial berbasis alam berjalan selaras, menghubungkan transformasi industri rendah karbon dengan pemulihan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam mengatakan penghargaan Proper Emas dan Hijau, serta predikat 2026 Green Leadership Utama CEO bagi TMMIN merupakan bentuk apresiasi atas inisiatif perusahaan dalam menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang tepat guna dan tepat sasaran, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Namun TMMIN tidak hanya sekadar memosisikan diri sebagai pelaku industri yang memimpin melalui inovasi teknologi dan strategi berkelanjutan, tetapi juga sebagai perusahaan otomotif yang tetap dapat beroperasi secara efisien tanpa mengorbankan kualitas lingkungan termasuk rantai pasoknya.
"Penghargaan PROPER 2026 adalah bukti nyata bahwa produksi berkualitas tinggi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. TMMIN mendukung Indonesia Emas 2045 melalui mobilitas hijau. Inisiatif strategis ini selaras dengan visi global Toyota dan agenda nasional Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, termasuk melalui kerja sama dengan pemasok lokal untuk mewujudkan rantai pasok yang ramah lingkungan,” tutur Bob Azam.





