Kemendagri Gelar Bimtek Penyusunan Strategi Komunikasi untuk Sinkronisasi

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) memperkuat sinkronisasi komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi Pemerintahan Dalam Negeri.

Acara yang berlangsung 7-10 April 2026 ini digelar di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel).

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir yang dibacakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan menyampaikan penguatan sinkronisasi komunikasi penting untuk menjaga konsistensi penyampaian kebijakan di tengah dinamika arus informasi yang semakin cepat.

Benni menekankan perlunya keselarasan narasi antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat.

"Pemerintah pusat dan daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bergerak bersama dalam satu narasi, satu arah, dan satu tujuan," ujar Benni, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

Benni menegaskan di tengah penyebaran informasi yang berlangsung cepat, komunikasi menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan.

Oleh karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara tepat, terstruktur, dan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat.

Lebih lanjut, Benni menyampaikan penguatan komunikasi pemerintah merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan Kemendagri terhadap pemerintah daerah (Pemda).

Peran pranata humas dinilai strategis dalam menjembatani kebijakan dengan pemahaman publik, termasuk menerjemahkan bahasa teknokratis menjadi narasi yang mudah dipahami.

Melalui Bimtek ini, Kemendagri mendorong peningkatan kapasitas aparatur Pemda dalam menyusun strategi komunikasi yang terencana, berbasis data, dan kontekstual, sekaligus membangun ekosistem komunikasi pemerintahan yang terintegrasi.

"Keberhasilan komunikasi pemerintah tidak diukur dari seberapa banyak informasi yang kita sampaikan, tetapi dari seberapa jauh masyarakat memahami, mempercayai, dan merasakan manfaat dari kebijakan yang kita jalankan," pungkasnya.




(hnu/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelimpahan Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras ke Oditur Militer Digelar Tertutup
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Separuh Perjuangan Pembatasan Medsos
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Atta Halilintar Kenang Mimpi Masa Kecil Jadi Pesepak Bola, Dimarahi Orang Tua hingga Rela Beli Sepatu Bekas
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Pemerintah Kucurkan Insentif ke Maskapai, INACA: Tepat Sasaran
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Ajak Jaga Alam: Kalau Pohon Ditebang, Bisa Terjadi Kekeringan
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.