JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengevaluasi pengiriman personel TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) usai tewasnya tiga prajurit TNI di Lebanon selatan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, berbagai fenomena yang menjadi perhatian Indonesia dan diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono akan dievaluasi.
"Iya, (pengiriman pasukan perdamaian) pasti, pasti (akan dievaluasi). Makanya apa yang disampaikan Pak Menlu itu juga bagian dari proses evaluasi," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: PBB Ungkap 3 TNI di UNIFIL Gugur Ditembak Tank Israel, Kena Bom Hizbullah
Begitu pun segala hal yang menjadi perhatian Indonesia yang disampaikan oleh Wakil Tetap RI di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu.
Di sisi lain Prasetyo menyebut, penarikan pasukan Indonesia dari Lebanon akan melihat hasil evaluasi terlebih dahulu.
"Ya kita lihat dulu hasilnya kan," tutur Prasetyo.
Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Anggota DPR Dorong Opsi Penarikan dari UNIFIL
Tewasnya 3 prajurit TNI dalam misi UNIFIL
Sebagai informasi, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas di Lebanon.
Adapun insiden pertama terjadi usai kontingen Indonesia serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026). Satu prajurit Praka Dua atas nama Farizal Rhomadhon, meninggal dunia akibat serangan itu.
Dua prajurit lainnya tewas keesokan harinya pada Senin (30/3/2026) setelah konvoi pasukan dikawal mereka, diserang. Mereka adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Di sisi lain, ada lima prajurit lagi yang terluka. Mereka adalah Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Terbaru, UNIFIL melaporkan tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia kembali terluka akibat ledakan di El Addaiseh, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4/2025).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang