Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada kisaran level 7.300-7.350 pada perdagangan Kamis (9/4). Pada Rabu (8/4), IHSG ditutup meroket 308,18 poin atau 4,42 persen ke level 7.279,209.
“IHSG telah menembus level MA5 dan MA20. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance di 7.300-7.350,” kata analis Phintraco Sekuritas dalam keterangannya, Kamis (9/4).
Menurut analis Phintraco, sentimen proyeksi penguatan IHSG didorong oleh laporan gencatan senjata AS-Iran selama dua pekan “Berita tersebut mendorong koreksinya harga minyak mentah secara signifikan,” tulis analis Phintraco.
Harga minyak mentah WTI turun sekitar 15 persen hingga level USD 95 per barel dan harga minyak Brent koreksi lebih dari 13 persen mencapai level USD 94 per barel pada Rabu (8/4).
Untuk sentimen negatif, dipicu oleh data cadangan devisa Indonesia turun pada level USD 148.2 miliar pada Maret 2026 dari USD 151.9 miliar pada bulan Februari 2026.
“Meskipun demikian, nilai cadangan devisa ini masih relatif aman karena mencakup 6 bulan impor atau 5.8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, jauh di atas patokan internasional sekitar 3 bulan impor,” jelas analis Phintraco.
Saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Kamis (9/4) meliputi BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, dan ASII.
Sedangkan menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Kamis (9/4) diproyeksi variatif. Bisa melemah ke level 6.745-6.849 dan menguat pada level 7.323-7.450
“Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7,323-7,450,” tulis MNC Sekuritas, Kamis (9/4).
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Kamis (9/4) meliputi BIPI, BRMS, MBMA, dan PANI.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.





