TNI AU akan menambah 25 radar baru untuk mengawasi dan menjaga keamanan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita akan mendapatkan 25 radar baru," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, usap upacara peringatan HUT ke-80 TNI AU di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4).
Tonny menyebutkan sampai saat ini, TNI AU telah memiliki 20 satuan radar. Menurut Tonny, meski radar-radar itu sudah lama, tetapi hingga kini masih berfungsi dengan baik.
"Kita ketahui bahwa radar yang kami miliki saat ini ada 20 Satrad sudah usang tetapi masih berfungsi dengan baik," kata Tonny.
Keperluan radar baru, kata Tonny, untuk mengawasi beberapa wilayah Indonesia yang masih belum terawasi.
"Masalahnya adalah ada beberapa wilayah yang tidak ter-cover oleh radar sehingga kita bilang blind spot," ucap Tonny.
Dengan demikian, Tonny mengatakan radar-radar baru akan ditempatkan di wilayah-wilayah titik buta itu dan menggantikan radar lama. Dengan adanya 25 radar baru, Tonny mengatakan seluruh wilayah Indonesia akan terawasi.
"Sehingga ke depan dengan penambahan 25 radar, seluruh Indonesia akan ter-cover oleh radar. Tidak ada daerah yang tidak bisa dipantau oleh radar," tutur Tonny.
Tonny menjelaskan penambahan radar ini akan berproses. Direncanakan, pada tahun 2029, TNI AU akan memiliki 30 satuan radar.
"Ini berproses Insyaallah tahun 2029 semua sudah terinstal sesuai rencana. Semua nantinya akan ada 30 Satrad, sekarang 20 Satrad," ungkap Tonny.





