Penertiban PKL di Jalan Raya Bogor Ricuh, Pedagang Acungkan Pisau ke Petugas

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, diwarnai ketegangan pada Kamis (9/4/2026).

Seorang pedagang sempat emosi ketika gerobaknya hendak diangkut petugas, bahkan ia nekat menaikkan anaknya yang masih balita ke atas truk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan mengacungkan pisau kepada petugas.

"Bawa saja sekalian anak saya nih," ucap salah seorang pedagang tersebut, Kamis.

Pedagang tidak terima gerobaknya diangkut dan meminta petugas menurunkan tempat berdagangnya dari truk.

Baca juga: Sebut Video Marahi PKL Ditonton Jutaan Warganet, Walkot Bogor: Padahal Marahnya Baru Sekali

Petugas Satpol PP berupaya menenangkan pedagang tersebut dan segera menurunkan anaknya dari truk. Namun, pedagang itu kembali menunjukkan kemarahan dengan mengambil pisau dan mengacungkannya kepada petugas.

Ketika pedagang tersebut mengambil pisau dan mengacungkannya kepada petugas, istrinya langsung berusaha menenangkan.

Ia menarik suaminya ke belakang, menjauhi petugas Satpol PP. Aksi pedagang itu pun sempat dicegah oleh sang istri yang terus mencoba meredakan emosi suaminya.

"Ayah jangan ayah, sudah ayah," teriak sang istri.

Kepala Satpol PP Jakarta Timur Muhammadong mengatakan, ancaman dalam penertiban merupakan hal yang kerap terjadi.

"Di ujung sana ada yang mengeluarkan senjata tajam ya, tapi itu saya rasa masih wajar-wajar saja, mungkin karena emosi sesaat warga ya, emosi sesaat," ucap Muhammadong di Jalan Raya Bogor, Kamis.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga mengimbau petugas untuk menahan emosi saat terjadi gesekan dalam penertiban PKL yang melakukan perlawanan.

"Saya rasa sepanjang teman-teman nggak ada yang terpancing, membiarkan emosional mereka, ya silakan-silakan aja. Toh kita ada gandeng para teman-teman rekan-rekan dari TNI maupun Polri. Dan alhamdulillah beliau bisa redamkan," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TAUD Ungkap Dugaan Operasi Terorganisir di Balik Serangan ke Andrie Yunus
• 34 menit laluokezone.com
thumb
Eredivisie Sudah Ketok Palu, Laga NAC Breda vs Go Ahead Eagles Resmi Diputuskan Tak Akan Diulang
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Ratusan Tumpeng Meriahkan Puncak Hari Jadi ke-271 DIY di Kompleks Kepatihan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Canda Prabowo Cari Aburizal Bakrie: Kok Dia Enggak ke Sini? Coba Ditegur
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Korea Selatan Siapkan Kebijakan Aset Digital, Atur Stablecoin hingga Cegah Penipuan Kripto
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.