Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah untuk menekan sejumlah sekutu NATO yang dinilai tidak mendukung operasi militer AS dalam perang melawan Iran.
Menurut laporan The Wall Street Journal, rencana yang dibahas di kalangan pejabat senior itu mencakup pemindahan pasukan AS dari negara-negara NATO yang dianggap kurang mendukung langkah AS ke Iran.
Selain itu, AS juga mempertimbangkan menutup satu pangkalan militernya di Eropa, dengan kemungkinan lokasi di Spanyol atau Jerman.
Beberapa negara yang dinilai lebih mendukung dan berpotensi mendapat tambahan penempatan pasukan antara lain Polandia, Rumania, Lithuania, dan Yunani.
Sementara itu sekutu yang sempat membatasi dukungan terhadap operasi AS seperti Spanyol yang dilaporkan menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer AS, Italia sempat membatasi penggunaan pangkalan di Sisilia, sementara Prancis hanya mengizinkan penggunaan pangkalan dengan syarat tidak digunakan untuk operasi serangan ke Iran.
Pemerintah AS juga dikabarkan kecewa terhadap sikap Jerman yang mengkritik kebijakan serangan tersebut.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan kekecewaan mendalam atas minimnya dukungan NATO dalam beberapa pekan terakhir. Ia menambahkan Trump akan menggelar pembicaraan terbuka dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih.
Ketegangan di dalam aliansi transatlantik meningkat sejak keputusan Trump melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari. Situasi diperburuk oleh sejumlah kebijakan kontroversial lainnya, termasuk wacana penguasaan Greenland.
Trump juga kembali mengancam akan menarik AS dari NATO, meski langkah tersebut secara hukum memerlukan persetujuan Kongres.





