Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Garut mengingatkan pengendara untuk mewaspadai daerah rawan bencana alam tanah longsor di jalur selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, terutama saat ini masih turun hujan dan sudah beberapa kali longsor menutup badan jalan.
"Kami imbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, khususnya yang menuju ke selatan karena cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem," kata Kepala Baur Bin Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Garut Ipda Ade Sulaeman di Garut, Kamis.
Ia menuturkan imbauan itu dilakukan secara masif menyusul adanya kejadian tanah longsor menutup badan jalan di jalur selatan kawasan Gunung Gelap, Kecamatan Cihurip, dan titik longsor di Kecamatan Cikajang pada Rabu (8/4) sore.
Apalagi sejak beberapa hari terakhir ini, kata dia, turun hujan dengan intensitas tinggi dan diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah daerah di Garut, termasuk wilayah selatan sebagai daerah rawan longsor.
Baca juga: Polisi amankan jalur utama Banjarwangi di Garut yang tertutup longsor
"Untuk itu tetap waspada, jaga keselamatan, hati-hati di jalan," kata Ade Sulaeman.
Ia mengatakan saat ini jajarannya bersama instansi terkait melakukan pengamanan jalur dengan memberlakukan sistem buka tutup di daerah yang terdampak bencana tanah longsor agar arus lalu lintas kendaraan tetap berjalan di jalur selatan.
Selain pengaturan jalan, pihaknya juga memasang rambu-rambu hati-hati dan kewaspadaan yang dapat mengingatkan pengguna jalan saat melintasi jalur selatan Garut.
"Sementara baru bisa digunakan satu lajur, masih diberlakukan tutup buka, Unit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan) sedang ke lokasi untuk pemasangan rambu hati-hati dan imbauan," katanya.
Baca juga: Longsor tutup akses jalur selatan Pakenjeng-Bungbulang di Garut
Ia menyampaikan bencana tanah longsor yang menutup jalan di wilayah selatan Garut itu sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan dari arah Pameungpeuk menuju perkotaan Garut maupun sebaliknya.
Selanjutnya petugas gabungan, kata dia, berupaya untuk membersihkan material longsoran tanah secara manual maupun menggunakan kendaraan alat berat.
"Saat ini sedang proses daripada evakuasi material tanah longsoran, mudah-mudahan tidak lama lagi akan dinormalkan," kata Ade Sulaeman.
Baca juga: Pemkab Garut cabut status tanggap darurat banjir dan longsor
"Kami imbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, khususnya yang menuju ke selatan karena cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem," kata Kepala Baur Bin Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Garut Ipda Ade Sulaeman di Garut, Kamis.
Ia menuturkan imbauan itu dilakukan secara masif menyusul adanya kejadian tanah longsor menutup badan jalan di jalur selatan kawasan Gunung Gelap, Kecamatan Cihurip, dan titik longsor di Kecamatan Cikajang pada Rabu (8/4) sore.
Apalagi sejak beberapa hari terakhir ini, kata dia, turun hujan dengan intensitas tinggi dan diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah daerah di Garut, termasuk wilayah selatan sebagai daerah rawan longsor.
Baca juga: Polisi amankan jalur utama Banjarwangi di Garut yang tertutup longsor
"Untuk itu tetap waspada, jaga keselamatan, hati-hati di jalan," kata Ade Sulaeman.
Ia mengatakan saat ini jajarannya bersama instansi terkait melakukan pengamanan jalur dengan memberlakukan sistem buka tutup di daerah yang terdampak bencana tanah longsor agar arus lalu lintas kendaraan tetap berjalan di jalur selatan.
Selain pengaturan jalan, pihaknya juga memasang rambu-rambu hati-hati dan kewaspadaan yang dapat mengingatkan pengguna jalan saat melintasi jalur selatan Garut.
"Sementara baru bisa digunakan satu lajur, masih diberlakukan tutup buka, Unit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan) sedang ke lokasi untuk pemasangan rambu hati-hati dan imbauan," katanya.
Baca juga: Longsor tutup akses jalur selatan Pakenjeng-Bungbulang di Garut
Ia menyampaikan bencana tanah longsor yang menutup jalan di wilayah selatan Garut itu sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan dari arah Pameungpeuk menuju perkotaan Garut maupun sebaliknya.
Selanjutnya petugas gabungan, kata dia, berupaya untuk membersihkan material longsoran tanah secara manual maupun menggunakan kendaraan alat berat.
"Saat ini sedang proses daripada evakuasi material tanah longsoran, mudah-mudahan tidak lama lagi akan dinormalkan," kata Ade Sulaeman.
Baca juga: Pemkab Garut cabut status tanggap darurat banjir dan longsor





