FAJAR, MADRID—Pencarian Real Madrid untuk gelandang pengatur permainan baru semakin intensif, tetapi tidak semua nama dalam daftar incaran mereka meyakinkan para pengambil keputusan di Valdebebas.
Di antara pemain yang dipantau ketat adalah Angelo Stiller, pemain andalan Stuttgart yang telah membangun reputasi sebagai salah satu playmaker paling tenang di Bundesliga.
Ketertarikan ini bukanlah hal baru, karena Real Madrid telah memantau Stiller sejak musim panas lalu, sebagian besar karena kemiripan gaya bermainnya dengan Toni Kroos.
Kemampuannya untuk mengatur tempo, menguasai bola, dan mengontrol ritme permainan menjadikannya pilihan yang menarik, terutama untuk tim yang ingin mengisi kekosongan kreativitas yang semakin besar di lini tengah.
Salah satu kendala terbesar dalam potensi transfer ini adalah harga €50 juta (Rp997 miliar), seperti yang dilaporkan oleh Defensa Central sebagaimana dikutip dari Madrid Universal.
Untuk pemain yang masih berkembang dan belum terbukti di level tertinggi, angka tersebut dianggap terlalu tinggi secara internal.
Real Madrid dikenal karena perhitungan yang matang di bursa transfer, dan ada perasaan bahwa profil serupa, atau bahkan lebih baik, mungkin tersedia dengan investasi yang sebanding.
Di sinilah perdebatan semakin intensif.
Meskipun Stiller unggul dalam mengatur permainan dari area yang lebih dalam, ada kekhawatiran tentang dampaknya secara keseluruhan di semua fase permainan.
Secara defensif, ia tidak dianggap terlalu dominan, dan ketika menyangkut pengaruh permainan di dekat area penalti lawan, kontribusinya relatif sederhana.
Perbandingan itu menjadi lebih mencolok ketika dibandingkan dengan target lainnya.
Pemain seperti Enzo Fernandez, misalnya, menawarkan paket yang lebih lengkap dalam hal kontribusi serangan.
Gelandang Chelsea ini telah terlibat langsung dalam 18 gol musim ini, menggabungkan kemampuan mencetak gol dan kreativitas pada level yang lebih tinggi.
Statistik Stiller, meskipun terhormat, 10 assist dan satu gol, menunjukkan kekuatannya sebagai fasilitator daripada sebagai pemain yang menentukan di sepertiga akhir lapangan.
Bagi Real Madrid, yang sering mengandalkan gelandang untuk berkontribusi dalam momen-momen menyerang, hal itu bisa menjadi faktor pembatas. (amr)





