Kejadian kurang menyenangkan dialami oleh pesulap Pak Tarno usai mobilnya digelapkan oleh mantan sopirnya. Kejadian ini terungkap setelah istri Pak Tarno, Lisa Karlina, mendapati sejumlah kejanggalan.
Lisa Karlina mengatakan bahwa awalnya keluarga tak mengetahui dugaan penggelapan tersebut. Hingga akhirnya, banyak telepon yang menanyakan perihal tagihan kepada Pak Tarno.
"Awalnya saya juga tadinya nggak tahu. Tiba-tiba ada tagihan nelpon ke Master. Hampir beberapa kali, ada 10 kali, kadang 5 kali. Tahunya ada tagihan dari leasing," kata Laura di kawasan Warakas, Jakarta Utara, Jumat (4/10).
Lisa sempat menanyakan kepada Pak Tarno, mengapa ada tagihan yang belum dibayarkan. Lisa mengira tagihan tersebut berkaitan dengan masalah sebelumnya, yakni penggadaian salah satu mobil oleh mantan manajer Pak Tarno.
Namun, telepon tagihan tersebut terus menerus masuk. Hal ini lantas membuat Lisa bingung.
"Nah tiba-tiba besoknya nelpon lagi, terus-terusan. Aku bingung. 'Kok gak bayar-bayar sih gimana?', Gak tahu," kata Lisa.
"Masalah gadai mobil itu saya juga enggak tahu, saya enggak tahu bentuknya banyak apa enggak. Tahunya ada tagihan aja. Saya sumpah demi Allah, saya enggak dapet (uangnya) Rp 100.000 pun," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, manajer Pak Tarno, Laura, menjelaskan bahwa tagihan tersebut berkaitan dengan penggadaian mobil oleh mantan sopir. Kata Laura, eks sopir menggadaikan mobil tanpa sepengetahuan Pak Tarno.
"Gak tahu duitnya berapa dikasih ke Bapak (Tarno). Bapak bilang 'gak ada'. Jadi Mobil itu digadaikan sekitar Rp 35 juta, dan ke tangan Bapak (Tarno) nggak ada duit serupiah pun," ujar Laura.
Untuk melunasi tagihan tersebut, Pak Tarno harus rela menjual mobilnya. Hasil penjualan itu digunakan untuk menalangi cicilan ke leasing.
"Jadi mobilnya dijual di mana, uangnya juga enggak ada yang ke Bapak. Jadi mobil itu enggak ada barangnya, terus bapak nalangin cicilan itu ke leasing dan enggak ada pembayaran ke bapak juga. Jadi bapak sekarang mobil enggak punya terus uang bapak enggak kembali," tukasnya.
Ini bukan kali pertama Pak Tarno menjadi korban penggelapan. Sebelumnya, mantan manajer menggadaikan salah satu mobilnya yang lain dengan nilai Rp 100 juta. Kasus ini sudah ditangani oleh pengacara.





