Bisnis.com, JAKARTA — Dominasi PT Astra International Tbk. (ASII) di pasar otomotif nasional mulai menunjukkan tren pelandaian pada awal tahun ini seiring dengan agresivitas merek pendatang baru, seperti BYD.
Meski tetap memimpin pasar, pangsa pasar grup otomotif terbesar di Indonesia tersebut kini berada di bawah level psikologis 50% untuk periode kuartal I/2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil nasional secara wholesales sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026 tercatat sebanyak 209.021 unit.
Pada periode yang sama, penjualan mobil Grup Astra tercatat mencapai 101.613 unit, merepresentasikan pangsa pasar atau market share sebesar 49%.
Angka itu menunjukkan penurunan dibandingkan kuartal I/2025, di mana Astra menguasai 54% pangsa pasar dengan volume penjualan 110.812 unit.
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menjelaskan bahwa dinamika kalender pada bulan lalu turut memengaruhi produktivitas industri. Menurutnya, momentum Ramadan dan Lebaran yang jatuh sepanjang Maret 2026 berdampak pada berkurangnya jumlah hari kerja efektif.
Baca Juga
- Efek Pelemahan Rupiah Beragam ke Grup Astra (ASII), Diversifikasi jadi Kunci
- 2 Bos Astra Otoparts (AUTO) Kompak Ajukan Pengunduran Diri
- Astra (ASII) Gelar RUPS 23 April 2026, Bahas Usulan Dividen Final Rp292 per Saham
“Grup Astra tetap memimpin pangsa pasar otomotif di Indonesia. Ke depan, kami akan terus berfokus pada pengembangan produk dan layanan yang saling bersinergi guna memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar Windy dalam siaran pers.
Penurunan pangsa pasar Astra dipicu oleh melambatnya performa merek utama pada Maret 2026. Penjualan Toyota dan Lexus pada Maret tercatat sebanyak 18.021 unit, turun dari Maret 2025 yang mencapai 22.658 unit.
Begitu pula dengan Daihatsu yang mencatatkan penjualan 8.916 unit, atau merosot dari 13.057 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, merek-merek non-Astra mulai menunjukkan taringnya dengan mencatatkan total penjualan kumulatif kuartal I/2026 mencapai 107.408 unit.
Agresivitas merek pendatang baru, seperti BYD yang membukukan penjualan kumulatif 13.590 unit sepanjang Januari – Maret 2026 menjadi salah satu penekan pangsa pasar pemain lama.
Meski demikian, Astra masih memiliki benteng pertahanan kokoh di segmen mobil murah atau low-cost green car (LCGC). Astra mencatatkan pangsa pasar LCGC sebesar 73% pada kuartal I/2026 dengan volume 20.905 unit.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





