Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, telah berlangsung hingga 15 jam. Pertemuan berlangsung tertutup tanpa sorotan publik, sementara jurnalis internasional menunggu perkembangan di pusat konvensi.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Bagher Ghalibaf.
Berbeda dari perundingan sebelumnya, kali ini delegasi AS dan Iran bertemu secara langsung tanpa mediator.
Iran disebut secara khusus meminta kehadiran JD Vance karena posisinya yang tinggi serta sikap awalnya yang dilaporkan menentang perang.
Pertemuan ini terjadi hanya beberapa hari setelah konflik antara AS, Israel, dan Iran mereda, yang sebelumnya mengguncang kawasan Timur Tengah dan ekonomi global.
Media Iran melaporkan bahwa kedua pihak sempat mengambil jeda menjelang fajar. Di sisi lain, Teheran menuduh Washington mengajukan tuntutan berlebihan terkait Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Presiden AS Donald Trump mengatakan sikap tegas terkait hasil akhir perundingan.
“Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak ada bedanya bagi saya. Alasannya karena kita sudah menang,” kata Trump, dikutip dari laporan AFP, Minggu (12/4/2026).
Meski pernyataan tersebut terkesan keras, pejabat Pakistan yang terlibat dalam proses negosiasi menyampaikan optimisme.
Baca Juga: Syarat Negosiasi, Iran Terus Awasi Gencatan Senjata Lebanon dan Israel
Baca Juga: Intelijen Amerika Serikat: China Akan Kirim Sistem Pertahanan Udara Baru ke Iran
“Diskusi bergerak secara positif dan suasana keseluruhan kondusif,” ujar pejabat anonim tersebut kepada AFP.
Sayangnya, belum banyak informasi yang diungkap kepada publik. Para politisi Pakistan juga diminta untuk tidak berbicara, membuat tuan rumah tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut.





