PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan pengunduran diri salah satu komisarisnya. Dalam keterbukaan informasi yang dilansir Minggu (12/4), Perseroan mengungkap telah menerima surat pengunduran diri dari Chris McCleave pada 9 April 2026.
"Merujuk pada Pasal 9 huruf a juncto Pasal 27 POJK 33/2014, dengan ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 9 April 2026, PT Vale Indonesia Tbk (Perseroan) menerima surat permohonan pengunduran diri Bapak Chris McCleave sebagai Komisaris Perseroan," kata Sekretaris Perusahaan INCO, Ranty Astari Rachman.
Adapun pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Manajemen tidak mengungkapkan secara rinci alasan di balik keputusan tersebut. Namun demikian, Perseroan menegaskan bahwa perubahan ini tidak berdampak terhadap kinerja maupun operasional perusahaan.
"Kejadian, informasi atau fakta material tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten atau perusahaan publik," pungkas Ranty.
Sebagai informasi, Chris McCleave dikenal sebagai eksekutif senior di industri pertambangan global dengan pengalaman lebih dari dua dekade.
Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik Pertambangan dari University of South Australia, gelar MBA dari Deakin University, dan gelar Master Internasional di bidang Manajemen dari McGill University dan Lancaster University, yang memperkuat wawasan teknis dan kepemimpinan strategisnya.
Baca Juga: Vale (INCO) Amankan Fasilitas Kredit USD500 Juta, Buat Apa?
Baca Juga: Tutup 2025, Vale (INCO) Catat Lonjakan Laba 31,6% di Tengah Tekanan Harga Nikel
Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan tambang besar dunia seperti Anglo American, Glencore, dan Rio Tinto.
Dengan latar belakang tersebut, McCleave memiliki keahlian luas dalam pengelolaan tambang bawah tanah maupun tambang terbuka, termasuk pengalaman memimpin transformasi bisnis dan integrasi aset lintas negara.





