tvOnenews.com - Kabar mengenai mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) berikan respons mengenai pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla soal Ijazah Asli.
Hingga, seorang relawan Jokowi yang membandingkan Jusuf Kalla dan Roy Suryo.
Kedua informasi tersebut menjadi News Terpopuler di tvOnenews.com pada Sabtu, 11 April 2026. Simak rangkuman beritanya berikut ini.
- Tangkapan layar tvOne
Mantan Presiden RI, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi memberikan respons kepada Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) mengenai pernyataannya meminta Jokowi menunjukkan Ijazah asli.
Sebelumnya, mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla meminta agar Presiden RI ke-7 Joko Widodo menunjukkan ijazahnya agar polemik dokumen kelulusan perguruan tinggi ini tidak berlarut-larut.
Hal ini disampaikannya kepada awak media seusai melayangkan laporan terhadap ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, pada Rabu (8/4/2026).
Dalam hal ini, Jokowi menilai seharusnya dirinya tidak disuruh untuk menunjukkan ijazahnya. Menurutnya, yang menuding ijazah palsu itulah yang seharusnya membuktikan pernyataannya sendiri.
“Serahkan pada proses hukum yang ada dan memang mestinya yang menuduh yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan,” ungkap Jokowi kepada wartawan di kediamannya, Banjarsari, Solo, pada Jumat (10/4/2026).
Jokowi juga merasa khawatir apabila dirinya menuruti tuntutan untuk menunjukkan ijazah, maka akan jadi preseden dalam proses hukum, dimana seseorang yang dituduh mendapat beban untuk menunjukkan bukti bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan.
“Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh, kebalik-balik itu,” ujarnya.
Simak berita selengkapnya: Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik itu
- Istimewa
Setelah mencuatnya pernyataan Jusuf Kalla yang meminta Jokowi memperlihatkan ijazahnya, seorang relawan Jokowi, David Pajung memberikan pernyataan menohok.
Menanggapi sikap Wakil Presiden RI tersebut, David Pajung berpesan agar JK bisa bersikap lebih bijak.




