Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan sebanyak 46 ribu siswa terlibat dalam program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026-2027.
IDXChannel - Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan sebanyak 46 ribu siswa terlibat dalam program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026-2027. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 16 ribu siswa.
"Kalau tahun lalu hampir 16 ribu siswanya, diperkirakan tahun ini kita bisa mencapai sekitar 30 ribu siswa. Jadi kalau 30 ribu siswa ditambah sekitar hampir 16 ribu maka tahun ini itu akan ada 4 ribu siswa yang akan ikut proses pembelajaran di Sekolah Rakyat," kata Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Gus Ipul menerangkan, saat ini tengah dilakukan proses seleksi guru dan tenaga pendidikan untuk pembelajaran tahun 2026-2027. Untuk siswanya, kata dia, tidak ada proses pendaftaran, melainkan penjangkauan.
"Jadi kita tidak ada membuka pendaftaran ya untuk siswa sekolah rakyat tapi penjangkauan, mereka keluarga-keluarga di desil satu,, desil dua yang ada di DTSEN, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional," ujarnya
Karena tidak ada pendaftaran, dia mengimbau agar masyarakat tidak tertipu terhadap pihak yang meminta uang untuk masuk sekolah rakyat. Seleksi para calon siswanya juga diminta selektif dan tidak ada proses penyuapan.
"Untuk itu tidak perlu masyarakat itu untuk apa ya katakanlah melakukan pendekatan, apalagi sampai mau membayar, itu adalah penipuan. Jadi tidak ada itu jadi ikuti saja proses yang ada karena Sekolah Rakyat ini adalah untuk keluarga yang paling tidak mampu," kata Gus Ipul
"Saya ingin sampaikan, jangan ada suap-menyuap, jangan ada titipan, jangan ada sogok-menyogok ya, jangan ada penyimpangan dalam proses seleksi Sekolah Rakyat," katanya.
(Rahmat Fiansyah)





