Usai Purnabakti Hakim MK, Anwar Usman Tegaskan Siap Emban Tugas Baru

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anwar Usman menyatakan kesiapannya untuk kembali menerima tugas atau amanah baru setelah resmi purnabakti sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia menegaskan, setelah mengabdi selama 15 tahun di MK, setiap peran yang dijalankan merupakan bentuk amanah yang harus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Hidup saya ini ya, ada sebuah amanah khairunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Jadi selama saya hidup, apapun ya akan saya laksanakan,” ujar Anwar.

Baca juga: Anwar Usman Pingsan Usai Prosesi Purnabakti di Gedung MK

Meski demikian, ia mengaku tetap lapang dada dan siap apabila kembali diberikan tanggung jawab di tempat lain.

Dia menegaskan bahwa pengabdian yang dijalankannya bukan untuk mencari popularitas.

“Tetapi yang pasti, apapun dan di mana pun saya ditugaskan, saya niatnya bukan untuk mencari popularitas,” katanya.

Baca juga: Anwar Usman Jelaskan Penyebab Pingsan Usai Purnabakti di MK: Kurang Tidur, Begadang sampai Subuh

Anwar menambahkan, seluruh pengabdian yang ia jalani diniatkan sebagai ibadah.

“Saya bekerja itu niatnya satu, ibadah. Sesungguhnya hidupku, matiku lillah, hanya untuk Allah,” ujarnya.

Baca juga: Momen Anwar Usman Pamit dari MK dan Ungkap Tekanan Berat Hakim: Tiap Putusan Tambah Musuh

Ia juga menyebut, apabila nantinya kembali mendapat kepercayaan di posisi tertentu, dirinya siap melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya setelah menuntaskan masa tugas di MK dengan husnul khatimah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Terkait adanya sejumlah tawaran setelah purnabakti, Anwar memilih untuk tidak mengungkapkannya secara rinci.

“Ya sudahlah cukup untuk saya saja,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Yai Mim Meninggal Dunia Saat Akan Diperiksa, Mantan Dosen UIN Malang Mendadak Jatuh
• 25 menit lalugrid.id
thumb
Harga Plastik Melonjak, Produsen Minuman Mulai Kembali ke Kemasan Kaca
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Papua Jadi Prioritas, Kementrans Belajar Strategi Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok
• 5 jam laludisway.id
thumb
KPK Sebut Fuad Hasan Masyhur Punya Pengaruh Ubah Kebijakan Kuota Haji
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Marah Dikritik, Trump Sebut Paus Leo Jilat Kelompok Kiri dan Berperan Seperti Politikus
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.