JAKARTA, KOMPAS.com – Layanan air perpipaan PAM Jaya di kawasan Jalan H. Djairi, RT 05 RW 02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dikeluhkan warga karena berwarna keruh dan berbau tak sedap.
Hampir setiap hari, air yang mengalir dari keran rumah warga kerap berwarna hitam, keruh, bahkan mengeluarkan bau menyengat layaknya air got.
Berdasarkan pantauan Kompas.com saat mencoba keran di salah satu rumah warga pada Selasa (14/4/2026) siang, air memang mengalir deras.
Namun, warnanya tampak keruh dan langsung mengeluarkan bau tak sedap seperti selokan.
Di beberapa rumah lainnya, air bahkan tidak mengalir sama sekali pada siang hari meski keran sudah dibuka penuh.
Kondisi ini dikeluhkan oleh Nurliana Sihombing (61), warga yang telah menggunakan layanan PAM selama 25 tahun.
"Airnya kadang kayak susu, kadang kayak kopi warnanya, bau banget. Kayak bau got. Bahkan kadang hitam pekat atau berbusa," ungkap Nurliana saat ditemui di lokasi, Selasa.
Nurliana menyebut, kondisi air kotor ini bukan masalah baru, melainkan sudah terjadi sejak lama, bahkan sejak awal ia menggunakan layanan PAM.
"Enggak tahu apa yang salah ya, apa karena di dekat kali atau apa, tapi enggak pernah dibenerin," kata dia.
Baca juga: Pramono Tegaskan Air Tanah Tak Dilarang di Wilayah yang Belum Terjangkau PAM Jaya
Keluhan serupa disampaikan Tikno (64).
Ia menyebut air di rumahnya tak jauh berbeda dengan air got yang menggenang di depan rumah.
Padahal, ia sudah mengeluarkan biaya tambahan untuk menyedot air menggunakan pompa listrik.
"Wah, sudah dari dulu, sudah lama itu. Jadi PAM ini kalau kadang-kadang kita merasa rugi juga. Padahal PAM kita sedot pakai listrik. Nah itu baru bisa keluar, yang keluar malah air kotor," keluh Tikno.
Ketua RT 05 RW 02, Eka, juga menceritakan pengalaman serupa.