Santri di Bangka Diduga Dianiaya Senior, Orang Tua Lapor Polisi

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Eko Septianto Rasyim

TVRINews, Bangka

Seorang santri berinisial HZ (16) di Kabupaten Bangka diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di lingkungan pondok pesantren. Kasus ini telah resmi dilaporkan ke polisi setelah korban mengalami luka-luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Laporan dilayangkan oleh orang tua korban, Suryanto, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bangka Belitung untuk mendapatkan kejelasan hukum atas peristiwa tersebut.

Suryanto mengaku baru mengetahui kondisi anaknya setelah mendapat informasi dari dua orang santri yang datang ke rumahnya dan memberitahukan bahwa korban telah dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, ia mendapati anaknya dalam kondisi terbaring dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan keterangan orang tua korban, penganiayaan diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang senior. Korban mengaku mengalami pemukulan di bagian dada, kepala, dan kaki, bahkan diduga menggunakan benda seperti rantai.

Orang tua korban, Suryanto, mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi sang anak yang mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Ia berharap kejadian memilukan ini tidak terulang kembali kepada santri lainnya.

"Cukuplah anak saya yang jadi korban, Mas. Sedihlah orang tua, melihat anak seperti itu (lebam-lebam). Kalau di dada itu ada bekas pemukulan. Mandep (membekas), pengakuannya itu dirantai katanya. Iya kepala juga, kepala sama ini dipukul juga. Sudah sadar (kondisi korban), tapi masih kacau dia sekarang, Mas," ujar Suryanto pada Selasa, 14 April 2026.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika Pangkalpinang. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak tersebut guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Suryanto mengaku baru mengetahui kondisi anaknya setelah mendapat informasi dari dua orang santri yang datang ke rumahnya dan memberitahukan bahwa korban telah dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, ia mendapati anaknya dalam kondisi terbaring dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan keterangan orang tua korban, penganiayaan diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang senior. Korban mengaku mengalami pemukulan di bagian dada, kepala, dan kaki, bahkan diduga menggunakan benda seperti rantai.

Orang tua korban, Suryanto, mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi sang anak yang mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Ia berharap kejadian memilukan ini tidak terulang kembali kepada santri lainnya.

"Cukuplah anak saya yang jadi korban, Mas. Sedihlah orang tua, melihat anak seperti itu (lebam-lebam). Kalau di dada itu ada bekas pemukulan. Mandep (membekas), pengakuannya itu dirantai katanya. Iya kepala juga, kepala sama ini dipukul juga. Sudah sadar (kondisi korban), tapi masih kacau dia sekarang, Mas," ujar Suryanto pada Selasa, 14 April 2026.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika Pangkalpinang. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak tersebut guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Fakta Bripda Natanael Tewas Dianiaya Senior di Polda Kepri, Nomor 4 Bikin Elus Dada
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
WFH Disalahgunakan, Wali Kota Bandung Temukan ASN Bepergian ke Luar Kota
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi Ringkus Pelaku Curas Anggota Damkar di Gambir
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Hari Pertama Blokade AS, 3 Kapal Tanker Bisa Lewati Selat Hormuz
• 15 jam laludetik.com
thumb
Kasus Penyiraman Air Keras, Andrie Yunus Gugat Peradilan Militer ke MK
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.