REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jajanan berbahan ultraprocessed food (UPF) kini semakin mudah ditemukan dan sering kali menjadi pilihan anak-anak karena praktis dan rasanya menarik. Namun, konsumsi berlebihan makanan ini berpotensi berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Pakar gizi dari IPB University, Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa UPF merupakan makanan yang mengalami proses pengolahan sangat intensif. UPF umumnya mengandung gula, garam, dan lemak (GGL) dalam jumlah tinggi, serta berbagai bahan tambahan.
Baca Juga
In This Economy, Masak Makanan Tradisional Bisa Jadi Solusi
Suka Makan Ikan? Awas, Ikan Tinggi Merkuri Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes
Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Berapa Usia Ideal Anak Boleh Mendaki?
"Biasanya ditambahkan dengan banyak bahan seperti gula, garam, minyak, dan juga zat aditif seperti pengawet dan pewarna," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (14/4/2026).
Contoh UPF antara lain minuman berpemanis, makanan ringan kemasan, serta produk olahan seperti nuget dan sosis. Menurut dia, makanan ini cenderung tinggi kalori tetapi rendah zat gizi penting. Karenanya jika dikonsumsi berlebihan, anak berisiko kelebihan kalori, tetapi kekurangan serat, vitamin, dan mineral.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Karina, dampak konsumsi UPF dapat muncul dalam jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, makanan tinggi gula dapat memicu karies gigi serta gangguan pencernaan seperti sembelit akibat rendahnya asupan serat.