Wall Street Menghijau, Investor Tetap Optimistis di Tengah Tensi Iran-AS

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Selasa (14/4). Pelaku pasar cenderung mengabaikan kegagalan pembicaraan damai antara AS dan Iran, kendati tetap optimistis peluang kesepakatan di masa depan masih terbuka.

Indeks S&P 500 naik 1,18% dan ditutup di level 6.967,38. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 317,74 poin atau 0,66% ke level 48.535,99. Adapun Nasdaq Composite melonjak 1,96% ke posisi 23.639,08.

Penguatan pada awal pekan ini juga menghapus seluruh kerugian S&P 500 sejak memanasnya konflik Iran. Ahli strategi investasi Baird Ross Mayfield menilai potensi eskalasi lanjutan masih ada, namun relatif kecil.

“Saya tidak menutup kemungkinan adanya eskalasi ulang dan potensi penurunan dari sini, tetapi saya rasa itu kecil kemungkinannya. Pasar tampaknya sudah memperhitungkan tingkat kekhawatiran tertentu terkait Iran,” ujar Mayfield dikutip dari CNBC, Rabu (15/4).

Ia mengatakan, pasar kini kembali mendekati level tertinggi sepanjang masa alias all-time high (ATH) dengan kondisi yang lebih solid dan didukung latar belakang yang lebih kondusif. Selain itu, musim laporan keuangan dinilai berpotensi memperkuat sentimen bullish.

Saham-saham teknologi kembali menjadi penopang utama penguatan indeks. Oracle Corporation naik 4,7%, melanjutkan reli lebih dari 12% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Nvidia dan Palantir Technologies juga mencatatkan kinerja positif.

Seorang pejabat Gedung Putih juga mengungkapkan, putaran kedua negosiasi tengah dibahas, meskipun belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.

Dari sisi komoditas, harga minyak mentah berbalik arah setelah sebelumnya menguat. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 7,87% menjadi US$ 91,28 per barel, sedangkan Brent melemah 4,6% ke level US$ 94,79 per barel.

Sentimen pasar turut ditopang oleh rilis data inflasi dari indeks harga produsen (PPI) Maret yang mencatat kenaikan lebih rendah dari perkiraan.

Walaupun demikian, sejumlah saham perbankan mengalami tekanan setelah merilis laporan kinerja. Wells Fargo mencatat hasil di bawah ekspektasi sehingga sahamnya turun lebih dari 5%.

Sementara JPMorgan Chase membukukan kinerja kuartal pertama yang melampaui perkiraan, namun memangkas proyeksi pendapatan bunga bersih, sehingga sahamnya bergerak melemah tipis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Respons Komisi I DPR & Pakar Strategi PPAU soal Isu Kemhan Beri Izin Lintas Udara Militer AS
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Napas Terakhir Republik Darurat di Rimba Sumatera
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
TikTokers Vanessa Jadi Tersangka Dugaan Pemalsuan KTP
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perundingan Gagal, Iran Menolak Tinggalkan Senjata Nuklir, Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Rencana APBN Tambal Biaya Haji 2026 Terganjal UU, DPR Usul Presiden Terbitkan Perppu
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.