Gubernur DKI Tindak Tegas PPSU yang Gunakan Foto AI

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan sanksi tegas terhadap petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pelaporan kinerja, termasuk penggunaan foto berbasis kecerdasan buatan di aplikasi JAKI.

Hal itu disampaikan dalam town hall meeting bersama jajaran PPSU, lurah, camat, hingga wali kota di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Pramono mengungkapkan, tiga petugas PPSU telah dijatuhi sanksi berupa Surat Peringatan Pertama (SP1) akibat pelanggaran tersebut.

“Sudah ada tiga orang yang kami berikan SP1. Saya sudah bertemu langsung dan menegaskan ini menjadi kesempatan terakhir mereka jika masih ingin bekerja di lingkungan Pemprov DKI,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Ia menekankan, pelanggaran serupa tidak boleh kembali terjadi dan pemerintah provinsi akan mengambil tindakan lebih tegas jika ditemukan pengulangan.

“Kalau kejadian itu terulang, tidak ada pilihan lain selain penindakan yang lebih berat,” tegasnya.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah ditemukan laporan PPSU yang menggunakan foto hasil rekayasa AI dalam pelaporan pekerjaan di wilayah Kalisari, Jakarta Timur.

Menanggapi hal tersebut, Pramono meminta dilakukan pembenahan menyeluruh pada sistem pelaporan dan tata kelola PPSU agar lebih transparan dan akuntabel.

“Sistem harus diperbaiki. Tata kelola harus lebih terbuka, transparan, dan tidak memberi celah penyimpangan,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran Pemprov DKI agar tidak bekerja hanya untuk menyenangkan atasan, melainkan fokus pada pelayanan masyarakat.

“Kerja kita bukan untuk atasan, tetapi untuk warga. PPSU adalah ujung tombak pelayanan di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana memperkuat sistem pelaporan digital, termasuk mekanisme unggahan hasil kerja PPSU agar tidak disalahgunakan.

Pramono menambahkan, kritik dan masukan publik akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan layanan ke depan.

“Masukan dari masyarakat adalah energi untuk memperbaiki diri dan sistem yang ada,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Produksi Senjata Nuklir Korut dalam Sorotan PBB
• 1 jam laludetik.com
thumb
Sidang Kasus Chromebook: JPU Sebut Saksi Nadiem Makarim Perkuat Dakwaan
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Tekan Potensi Rugi Rp16 triliun, Bendungan Cibeet & Cijurey Dibidik Rampung 2028
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Peringatan BMKG: 4 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat dan 6 Kota Disertai Petir Rabu 15 April 2026
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Kuasa Hukum Sebut Rumah Nenek Elina Telah Sah Dibeli Samuel Sejak 2014
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.