Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan PT Bintang Mandiri Finance membukukan laba bersih sebesar Rp1,02 miliar sepanjang 2025.
Dikutip dari laporan keuangan perusahaan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia edisi Rabu (15/4/2026), laba bersih tahun berjalan itu tumbuh 14,61% (year on year/YoY) dari Rp894,28 juta.
Pada periode 2025, perusahaan mencatatkan jumlah pendapatan sebesar Rp27,92 miliar, turun sebesar 1,9% YoY dari Rp28,47 miliar. Pendapatan terbesar berasal dari pendapatan bunga yang mencapai Rp23,49 miliar.
Sementara itu, jumlah beban operasional Bintang Mandiri Finance turun 2,15% YoY menjadi Rp26,84 miliar dari sebelumnya Rp27,43 miliar. Adapun, jumlah beban non operasional atau bersih mencapai Rp185,69 juta.
Lebih lanjut, total laba komprehensif Perseroan pada 2025 mengalami kenaikan sebesar 14,81% YoY menjadi Rp1,24 miliar dari Rp1,08 miliar.
Di sisi lain, jumlah liabilitas sampai akhir 2025 senilai Rp13,63 miliar, naik 12,36% YoY dari Rp12,13 miliar. Sementara itu, jumlah ekuitasnya sebesar Rp101,34 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan mencapai Rp114,97 miliar.
Baca Juga
- Laba Bintang Mandiri Finance Tumbuh 98% per Desember 2024
- Bayang-Bayang Risiko di Balik Pertumbuhan Pesat Paylater Multifinance
- NPF Multifinance 2026 Naik, Industri Perketat Mitigasi Risiko
Sampai akhir 2025, Bintang Mandiri Finance mencatatkan total aset sebesar Rp114,97 miliar, turun tipis 0,26% dibanding aset perusahaan per akhir 2024 senilai Rp115,28 miliar.





