VIVA – Amerika Serikat (AS), Israel, dan Lebanon sepakat memulai negosiasi langsung setelah pertemuan trilateral di Washington, Selasa, 14 April 2026 menurut pernyataan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS.
Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta dihadiri Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter.
- ANTARA/Anadolu
"Semua pihak sepakat menggelar negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang disepakati," kata juru bicara Deplu AS Tommy Pigott.
Ia mengatakan AS berharap negosiasi itu menghasilkan kesepakatan yang lebih luas daripada kesepakatan 2024 dan perjanjian damai yang komprehensif.
"Amerika Serikat menegaskan kesepakatan untuk menghentikan permusuhan harus dicapai kedua pihak dengan mediasi AS, bukan melalui jalur terpisah," kata Pigott.
Israel "menyatakan dukungan" untuk melucuti kelompok bersenjata non-negara dan menghancurkan infrastruktur militan di Lebanon, menurut pernyataan itu.
Lebanon menekankan pentingnya implementasi penuh kesepakatan November 2024 serta menyerukan gencatan senjata dan penanganan krisis kemanusiaan.
Pembicaraan tersebut merupakan kontak diplomatik langsung pertama selama lebih dari 30 tahun dan berlangsung di tengah serangan Israel di Lebanon selatan sejak 2 Maret.
Menurut otoritas kesehatan Lebanon, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.089 orang dan memaksa lebih dari 1 juta lainnya mengungsi.
- Antara Foto
Rubio mengatakan pembicaraan ini merupakan awal dari proses menuju perdamaian jangka panjang.
Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh menyebut pembicaraan tersebut berlangsung konstruktif.
"Kami menegaskan integritas wilayah dan kedaulatan penuh negara serta menyerukan gencatan senjata dan kembalinya pengungsi," katanya.
Namun, kelompok Hizbullah Lebanon menentang negosiasi tersebut dan menyebutnya sebagai hal yang "sia-sia." (Ant)





