Selat Hormuz Resmi Ditutup, Trump: Iran Tidak Akan Diizinkan untuk Memeras Dunia

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Setelah militer AS secara resmi memulai operasi dan memblokade Selat Hormuz pada 14 April, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada media bahwa pihak Iran telah menghubungi mereka dan sangat ingin mencapai kesepakatan. Ia juga memperingatkan Iran agar tidak bertindak gegabah—setiap kapal yang mendekati garis blokade militer AS akan langsung diserang.

Setelah perundingan damai antara AS dan Iran gagal dan menemui jalan buntu, Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz dan pelabuhan Iran, serta “mencegat” setiap kapal yang telah membayar biaya transit kepada Iran.

Trump menegaskan bahwa meskipun Amerika Serikat tidak bergantung pada minyak Timur Tengah, dunia masih membutuhkannya, sehingga tidak dapat membiarkan Iran melakukan “aksi perompakan” di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump:  “Kita tidak boleh membiarkan satu negara memeras seluruh dunia. Itulah yang mereka (Iran) lakukan—mereka benar-benar memeras dunia. Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

Iran kembali menghubungi Trump, sangat ingin mencapai kesepakatan

Trump juga memperingatkan bahwa jika hingga batas waktu gencatan senjata belum tercapai kesepakatan, maka itu akan menjadi kabar buruk bagi Iran. Meski demikian, ia optimistis kesepakatan dapat dicapai.

Trump:  “Saya bisa memberitahu kalian, pihak mereka sudah menghubungi kami. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan—sangat, sangat ingin. Bahkan pagi ini, orang-orang yang tepat dari pihak mereka telah menghubungi kami. Mereka ingin mewujudkan kesepakatan ini, dan kami juga bersedia melakukannya.”

Ia kembali menegaskan bahwa garis merah dalam negosiasi adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Trump:  “Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kami sudah mencapai banyak kesepakatan, hanya pada poin ini mereka sebelumnya tidak setuju. Namun saya yakin pada akhirnya mereka akan setuju. Saya sangat yakin.”

Trump juga menyatakan bahwa pihak AS telah menenggelamkan 158 kapal Iran, dan kapal “serangan cepat” yang tersisa tidak lagi menjadi ancaman. Namun ia memperingatkan bahwa jika kapal-kapal tersebut berani mendekati garis blokade AS, militer akan menggunakan sistem serangan yang sama seperti untuk memberantas kapal penyelundup narkoba di laut.

Menurut laporan Reuters, Komando Pusat AS telah mengeluarkan pemberitahuan kepada para pelaut bahwa blokade akan diberlakukan di Teluk Oman dan Laut Arab di sebelah timur selat, mencakup seluruh garis pantai Iran. Semua kapal di wilayah tersebut, tanpa memandang bendera, akan terdampak.

Sementara itu, Komando Pusat AS juga menegaskan bahwa kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) masih berpatroli di Laut Arab dan mendukung operasi penerbangan malam. Militer menyatakan bahwa dalam misi intensif, kapal ini mampu mendukung lebih dari 20 pesawat tempur F-35B.

Menurut laporan The Times of Israel, Menteri Pertahanan sementara Iran, Majid ibn Reza, sebelumnya menyatakan melalui televisi pemerintah bahwa Iran telah siap menghadapi “segala kemungkinan”.

Menurut Channel 12 Israel yang mengutip sumber, mediator dari Mesir, Pakistan, dan Turki sedang berupaya menjembatani perbedaan antara AS dan Iran.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa seorang pejabat tinggi AS mengungkapkan bahwa negosiasi masih berlangsung. Setelah pertemuan di Islamabad, pembicaraan mengalami kemajuan.

Selain itu, AS dilaporkan melunakkan posisinya dengan mengusulkan agar Iran membekukan program pengayaan uranium selama 20 tahun, bukan menghentikannya sepenuhnya. Iran pada dasarnya setuju untuk membekukan, tetapi hanya bersedia untuk jangka waktu kurang dari 10 tahun.

Di sisi lain, baku tembak lintas perbatasan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon terus berlangsung pada Senin (13 April). Sirine peringatan terdengar di sepanjang wilayah perbatasan Israel, dan warga bergegas masuk ke tempat perlindungan.

Laporan oleh reporter NTD, Wang Ziyi, dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selesaikan Sengkarut Pesangon Merpati, Komisi IX DPR Usulkan Pembentukan Pansus
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peredaran 2.700 butir Ekstasi Jaringan Prancis di Bekasi Digagalkan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPOM Resmi Atur Batas Maksimal Cemaran Mikroba di Pangan Olahan
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemkot Makassar Siapkan Pete-Pete Antar Pulau, Layanan Segera Uji Coba
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Menhaj Ingatkan WNI Jangan Nekat Pergi Tanpa Visa Haji Resmi
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.