JAKARTA, KOMPAS.TV- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penipuan terkait tawaran visa haji nonkuota, seperti visa mujamalah maupun haji furoda, yang kerap muncul menjelang musim haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kepastian keberangkatan jemaah calon haji Indonesia menggunakan visa-visa di atas sangat rendah karena sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah Arab Saudi.
Baca Juga: Kemenhaj Gandeng Imigrasi dan Polri Cegah WNI Berangkat Haji Tanpa Visa Resmi
“Visa mujamalah itu memang setiap tahun dikeluarkan oleh pemerintah Saudi sebagai bentuk atensi di luar kuota, tapi berapa jumlahnya itu sepenuhnya kewenangan pemerintah Saudi,” kata Dahnil dalam konferensi pers di kantor Kemenhaj, Jakarta, Rabu (15/4/2026), seperti dipantau dari tayangan Breaking News KompasTV.
Ia meminta agar masyarakat tidak mudah percaya jika ada pihak yang menawarkan visa mujamalah atau visa haji nonkuota lainnya dengan jaminan keberangkatan.
Baca Juga: Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji 2026, Jemaah Calon Haji Divaksin | KOMPAS SIANG
“Jangan sampai juga tertipu dengan orang yang mengatasnamakan menjual visa mujamalah, karena tidak ada kepastian,” ujarnya.
Menurut Dahnil, satu-satunya visa yang memiliki kepastian keberangkatan adalah visa haji resmi yang diberikan sesuai kuota setiap negara.
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap berbagai tawaran di internet atau media sosial yang mengklaim dapat menyediakan visa mujamalah atau haji furoda.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- kemenhaj
- visa haji furoda
- visa haji resmi
- visa haji mujamalah
- dahnil azhar simanjuntak
- haji





