DetectMe Bisa Bantu Pantau Janin Jarak Jauh, Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Beberapa universitas bersama pelaku industri kesehatan mengembangkan alat kesehatan bernama DetectMe. Alat ini dirancang untuk membantu ibu hamil memantau kondisi kehamilan melalui aplikasi dalam ponsel. Data kesehatan tersebut juga dapat dipantau secara real time oleh tenaga kesehatan dari jarak jauh.

DetectMe merupakan inovasi dari proyek ULTRALIGHT, yang adalah proyek kolaborasi antara Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Poltekkes Kemenkes Kupang, PT Xirka Darma Persada, RS Hasan Sadikin, dan University of Newcastle Australia yang dinaungi oleh KONEKSI.

Alat ini mengintegrasikan perangkat sensor dengan aplikasi di ponsel, juga dasbor digital yang bisa dipantau tenaga kesehatan. Sensor ditempatkan pada perut ibu hamil untuk menangkap sinyal listrik. Sensor terhubung ke aplikasi melalui bluetooth. Sistem ini merekam detak jantung janin sebagai indikator utama kesehatan janin.

“Setelah terekam, bidan di desa bisa memantau secara real time denyut jantung janin, suhu dan nadi ibu, serta perkembangan kontraksi dan gerakan janin,” kata Restuning Widiasih, peneliti Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, dalam Katadata IDE Forum 2026 di Jakarta, Rabu (14/4).

Data real time tersebut membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan lebih cepat dan memberikan penanganan yang tepat saat terdeteksi masalah pada janin.

Inovasi ini dilatarbelakangi kesenjangan akses ke tenaga kesehatan dan teknologi kesehatan untuk pemantauan kesehatan ibu hamil, terutama di wilayah dengan angka kematian ibu dan anak masih relatif tinggi, seperti seperti Ambon, Garut, dan Nusa Tenggara Barat.

“Masih banyak ibu yang harus menempuh jarak jauh, sementara akses dan komunikasi dengan tenaga kesehatan belum maksimal,” ujar Restuning.

Tantangan Adopsi Perangkat

Ketua Umum Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia Randy Teguh mengatakan, inovasi alat kesehatan belum bisa diterapkan secara luas dan optimal karena inovator, pelaku industri, dan pemerintah masih bergerak sendiri-sendiri. “Masalahnya memang kolaborasinya perlu diperkuat,” kata dia.

Perangkat seperti DetectMe, menurut dia, sejatinya diadopsi pemerintah sebagai bentuk layanan kesehatan untuk masyarakat, terutama yang berada di daerah dengan akses kesehatan terbatas. Namun, prinsip efisiensi yang diterapkan pemerintah seringkali menghambat adopsi teknologi kesehatan semacam ini.

Di sisi lain, adopsi perangkat ini oleh swasta bisa jadi terbentur perhitungan keuntungan.

 
 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Pembunuhan Kacab Bank Berlanjut Pagi Ini, Hakim Segera Tentukan Nasib Eksepsi Terdakwa
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Kisah Pasutri Pedagang Gorengan di Kudus Pergi Haji dari Menabung 13 Tahun
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-detik Petugas Damkar Dibegal Komplotan di Jakpus Terekam CCTV
• 14 jam laludetik.com
thumb
Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Wilayah Papua
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Wapres bahas peningkatan kesejahteraan guru madrasah dengan PGM
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.