Ketua MPR Tegaskan RI Terus Dorong Diplomasi Perdamaian di Gaza dan Iran

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, berbicara terkait komitmen Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian, baik di Gaza maupun di Iran. Muzani menyebut Presiden Prabowo Subianto selalu menaruh perhatian serius terhadap bahaya perang.

“Presiden Prabowo selalu menyampaikan ke hadapan kita, perang begitu jahat, perang begitu berbahaya, perang begitu bengis, tidak ada batas kemanusiaan. Memang dalam hukum perang, anak-anak tidak boleh dibunuh, perempuan tidak boleh dibunuh. Tapi yang terjadi, anak-anak, orang tua, perempuan dihancurkan. Lihatlah di Gaza, lihatlah di Iran, dan seterusnya,” kata Muzani dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ormas Islam dan Halalbihalal 1447 H yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4) malam.

Menurut Muzani, Indonesia tak akan berhenti menyuarakan perdamaian dan terlibat dalam diplomasi untuk mencapai hal tersebut.

“Maka yang dilakukan Indonesia dalam situasi itu adalah harus terus menjaga perdamaian dunia. Itu adalah tuntutan konstitusi kita, kita tidak boleh berhenti bersuara untuk menyuarakan perdamaian dunia. Kita tidak boleh berhenti menyuarakan pentingnya diplomasi dan perundingan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muzani mengingatkan bahwa sejarah pasca-Perang Dunia Kedua telah membuktikan bahwa stabilitas dunia bisa dipertahankan berkat negosiasi dan diplomasi.

Ia memperingatkan bahaya besar jika kekuatan bersenjata kembali dijadikan jalan keluar.

“Seberat apa pun persoalan dalam perbedaan harus diselesaikan melalui perundingan dan diplomasi. Ketika semuanya dilakukan dengan cara kekuatan bersenjata dan perang, maka bahaya ada di depan mata kita. Itulah bencana terbesar bagi kemanusiaan, bencana terbesar bagi peradaban, dan bencana terbesar bagi perekonomian,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR memberikan apresiasi tinggi terhadap pembacaan 10 poin Taujihat oleh pimpinan ormas-ormas Islam yang tergabung dalam MUI.

Menurutnya, hal tersebut membawa semangat “Komite Hijaz” yang secara historis pernah menyelamatkan dunia Islam dari perpecahan di awal abad ke-20.

“Saya berharap 10 Taujihat yang baru saja dibacakan tidak berhenti di forum yang terhormat ini, tidak hanya ditepuk tangani saja, tetapi akan menjadi inspirasi bagi penggerak perdamaian dunia,” pungkas Muzani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendapatan Naik 76,6 Persen, WMPP Pangkas Rugi Bersih Jadi Rp234 Miliar
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Keluarga Korban Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Tembak Marinir Mengadu ke DPRD Jatim
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Akui Masih Cinta, Ini Alasan Clara Shinta Gugat Cerai Alexander Assad
• 13 jam lalucumicumi.com
thumb
UNM Buka Program Sandwich ke Yunani, Mahasiswa S2-S3 Bisa Riset Internasional dan Publikasi Global
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
OB Kantor Travel di Depok Gasak Valas Rp 70 Juta, Uangnya Dipakai Judol
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.