Grok Elon Musk Banjir Kejahatan Seksual, Nasibnya di Ujung Tanduk

cnbcindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita
Foto: Logo xAI dan Grok. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple dilaporkan mengancam akan menghapus Grok, aplikasi kecerdasan buatan milik Elon Musk, dari App Store setelah lonjakan konten deepfake seksual tanpa persetujuan membanjiri platform X.

Menurut laporan NBC News, Apple diam-diam menghubungi tim pengembang X dan Grok pada Januari lalu setelah menerima banyak keluhan serta pemberitaan terkait penyalahgunaan teknologi tersebut. Apple meminta pengembang segera menyusun rencana untuk memperkuat moderasi konten.

Saat itu, Grok yang dikembangkan xAI dapat diakses bebas baik di X maupun sebagai aplikasi mandiri. Perlindungan yang lemah membuat pengguna dengan mudah membuat gambar seksual hasil manipulasi AI, termasuk fitur "undress" terhadap foto orang nyata. Korbannya disebut didominasi perempuan dan sebagian diduga masih di bawah umur.


Apple menilai kondisi tersebut melanggar pedoman App Store yang biasanya ditegakkan secara ketat. Dalam evaluasinya, Apple menyebut X telah secara substansial memperbaiki pelanggaran, sementara Grok masih belum memenuhi aturan. Apple bahkan memperingatkan aplikasi tersebut bisa dihapus jika tidak ada perubahan tambahan, demikian dikutip dari The Verge, Kamis (16/4/2026).

Pilihan Redaksi
  • Raja Ojol Tutup di Indonesia, Sekarang Driver Kena Kasus Hukum
  • Lulusan Kampus Nomor Satu China Berebut Kerja di Pabrik
  • Bos Bank Dikumpulkan, Ada Kebocoran Besar Ancam Rekening

Setelah proses negosiasi panjang, Apple akhirnya menyatakan Grok telah meningkatkan moderasi dan mengizinkan aplikasi tetap tersedia di App Store. Namun selama proses itu berlangsung, Grok dan X tetap bisa diunduh pengguna.

Sejumlah perubahan pun diperkenalkan, seperti membatasi akses Grok hanya untuk pelanggan berbayar serta upaya menghentikan fitur "undress".

Meski demikian, investigasi menunjukkan langkah tersebut belum efektif dan masih mudah diakali. Sumber keamanan siber bahkan mengungkap Grok masih dapat menghasilkan deepfake seksual tokoh publik dengan relatif mudah.

Uji coba juga menunjukkan pengguna masih bisa membuat gambar eksplisit menggunakan alat tersebut. Penulis laporan juga berhasil membuat gambar serupa dari dirinya sendiri dan orang dewasa lain yang memberikan persetujuan. NBC News melaporkan temuan serupa.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Saingi Singapura-Vietnam, Ini PR RI Gaet Investasi Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Jawa Barat Lebih Panjang, Khusus Bogor Hujan Sepanjang Tahun
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengoplosan Gas Elpiji, 10 Tersangka Raup Rp2,7 Miliar dalam Setahun
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Siswa Terdampak Gempa Ternate Ikuti Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lika-Liku Alur Suap Tambang Nikel, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Diduga Terima Rp1,5 Miliar
• 14 jam laludisway.id
thumb
Luvia Band Bicara soal Kekaguman yang Polos Lewat Lagu Syifa Tetanggaku
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.