JAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan potensi dampak fenomena El Nino Godzila terhadap perekonomian ibu kota.
Fenomena iklim tersebut diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan April hingga September 2026.
“Secara resmi BMKG sudah menyampaikan bahwa akan ada El Nino dimulai pertengahan April sampai dengan September. Artinya, ini cepat atau lambat pasti akan memengaruhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Pramono Pramono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (16/4/2026).
Menurut dia kondisi El Nino Godzila dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari ketersediaan pangan hingga stabilitas harga di pasar.
Baca juga: Fenomena El Nino “Godzilla”, Warga Jakarta Diminta Hindari Aktivitas Siang dan Sore
Ia menjelaskan, dampak El Nino tidak berdiri sendiri, melainkan datang bersamaan dengan tekanan global lainnya, seperti konflik geopolitik Amerika, Israel- Iran yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan harga energi.
“Sampai hari ini kita belum menemukan titik temu apa yang akan terjadi dan menyelesaikan hal ini karena bagaimanapun ini akan mempengaruhi harga BBM, supply chain, dan berbagai persoalan-persoalan yang ada,” katanya.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta diminta untuk menyiapkan langkah antisipasi, terutama dalam jangka pendek, guna menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Pramono tetap optimistis ekonomi Jakarta dapat dijaga.
Ia menyebut, sejumlah indikator makro saat ini masih menunjukkan tren positif.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,21 persen atau berada di atas rata-rata nasional.
Baca juga: El Nino Godzilla Mengintai Jakarta: Bukan Sekadar Gerah, Ancaman Kesehatan Ini Mulai Terlihat
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta telah mulai membahas langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi dampak El Nino.
“Pemerintah DKI Jakarta harus mengambil langkah-langkah untuk jangka pendek mengatasi itu,” tutur Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang