Bisnis.com, PALEMBANG — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Palembang membukukan pertumbuhan kinerja arus peti kemas atau throughput selama kuartal I/2026.
Kinerja throughput jenis general cargo naik 3% secara tahunan dari 1.500 ton ship day (TSD) pada kuartal I/2025 menjadi 1.544 TSD di kuartal I/2026. Sementara itu, produktivitas curah cair tumbuh 1% dari 2.815 TSD menjadi 2.842 TSD pada periode yang sama.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Palembang Ade Affandi mengatakan kinerja tersebut diperkuat oleh aktivitas bongkar muat komoditas strategis, salah satunya pupuk kemasan jenis Muriate of Potash (MOP) sebanyak 4.509 ton yang masuk melalui Pelabuhan Boom Baru, Palembang.
“Komoditas impor milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) diangkut menggunakan kapal MV Gold Spring dari Pelabuhan Cuo Lo, Vietnam, dan digunakan sebagai bahan baku produksi pupuk majemuk NPK,” ujarnya, dikutip dari keterangan pada Kamis (16/4/2026).
Menurut Ade, perseroan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan layanan operasional dan digitalisasi terminal.
Implementasi Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M) diklaim menjadi salah satu faktor pendukung efisiensi layanan bongkar muat.
Baca Juga
- Harga TBS Sawit Sumut Terkoreksi Jadi Rp3.949,23 per Kg
- Ketergantungan Transfer Pusat Disorot, Riau Siapkan Strategi Jemput Investor
- Beras Petani Pariaman Dipasok ke Jakarta Melalui Food Station
“Kami terus berkomitmen menjaga efisiensi dan keandalan layanan agar distribusi komoditas strategis berjalan tepat waktu, sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja terminal,” katanya.
Adapun secara konsolidasi, PTP Nonpetikemas mencatatkan volume 12,4 juta ton pada kuartal I/2026.
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami mengatakan peningkatan throughput menunjukkan tren positif aktivitas logistik untuk berbagai komoditas strategis.
“Secara tahunan, realisasi kinerja throughput secara konsolidasi mengalami peningkatan 3,84% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 11,9 juta ton,” ujar Fiona.
Dia menjelaskan komposisi throughput masih didominasi oleh curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46% dari total volume. Kemudian diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24%, curah cair 3 juta ton atau 25%, serta bag cargo 656 ribu ton atau 5%.





