BGN: Tujuan utama MBG untuk beri asupan gizi ibu hamil hingga balita

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni untuk memberikan asupan gizi pada kelompok rentan atau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) sebelum menyasar peserta didik.

"Sebagaimana tujuan yang ditetapkan, bahwa Program MBG ini perlu saya luruskan. Setiap kali saya datang ke beberapa wilayah, karena yang diutamakan selalu disebut-sebut itu adalah anak sekolah atau peserta didik, sehingga pada praktiknya banyak mitra begitu membuat atau membangun SPPG langsung membuat penandatanganan kesepahaman dengan kepala sekolah," kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya di Jakarta, Kamis.

Ia menegaska, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu mempertimbangkan Kelompok 3B itu untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau usia 0-2 bulan.

Baca juga: Mendukbangga sebut pentingnya pengawasan distribusi MBG 3B di SPPG

"Siapa itu kelompok rentan? Mereka adalah ibu hamil, karena janin di dalam kandungan juga sudah diperhatikan oleh pemerintah, dia harus mendapatkan asupan gizi. Ibu menyusui, balita, baru kemudian peserta didik. Jadi, yang diutamakan adalah 1.000 HPK," ujar dia.

Sony juga menyoroti adanya praktik-praktik yang menyalahi aturan antara mitra dengan SPPG yang menyalahi tujuan utama program prioritas nasional ini, yakni untuk peningkatan kualitas gizi bangsa.

Baca juga: BGN minta SPPG prioritaskan MBG untuk 3B sebelum sasar sekolah

"Seringkali mereka membuat, kalau saya sebut, pemufakatan jahat. Adanya kalimat 'kami tidak akan menerima MBG dari yayasan lain selain yayasan ini'. Nah, itu sebenarnya tidak boleh. Akhirnya, setiap kali ke daerah, kami luruskan bahwa tujuan utama Program MBG adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan," paparnya.

Sony juga mengemukakan Program MBG kini telah memberikan efek berantai untuk menghidupkan atau meningkatkan perekonomian daerah.

"Saat ini ada 26.663 SPPG, bahkan tadi malam saya lihat data sudah 27.066 SPPG yang terverifikasi, jadi, 25.000 telah operasional. Dari jumlah SPPG tersebut, 1,18 juta relawan telah bekerja. Jadi, kalau berbicara tentang pemberdayaan masyarakat, yang pertama kali wujudnya terlihat adalah 27 ribu SPPG itu. Semuanya melibatkan masyarakat," tutur Sony Sonjaya.

Baca juga: BGN tegaskan penerima manfaat MBG utama 3B


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HNW Minta Kemenhaj Fokus Sukseskan Haji 2026 dan Biaya Tambahan Tidak Bebani Jemaah
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Kabur Usai Diperiksa 6 Bulan Lalu, Alung Kurir Sabu 58 Kg Ditangkap
• 5 jam laludetik.com
thumb
Kejagung Beberkan Peran Ketua Ombudsman di Kasus Tata Kelola Nikel
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Masih Jadi Polemik, Ekonom Unhas Sebut Danantara Berisiko Jadi Investasi Bodong
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Trump Sebut China Setuju Tidak Suplai Senjata ke Iran, Jubir Kemelu China: Negara Lain Jangan Ikut Campur!
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.