Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan layanan kereta barang KA Brumbung Cargo pada Kamis, 16 April 2026 di Stasiun Brumbung, Kabupaten Demak, sebagai upaya mendukung kelancaran distribusi logistik nasional dari Jawa Tengah menuju Jakarta.
KA Brumbung Cargo melayani angkutan logistik dari Stasiun Brumbung Demak menuju Stasiun Pasoso Jakarta dengan rangkaian terdiri dari 20 gerbong barang.
EVP of Sales PT KAI Ririn Widi Astutik menyampaikan bahwa pada tahap awal operasional, kereta ini akan dijalankan setiap dua hari sekali.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan Stasiun Brumbung sebagai titik keberangkatan didasarkan pada kajian kelayakan yang telah dilakukan sebelumnya.
"Sebelumnya sudah dilakukan kajian. Stasiun Brumbung ini sebagai titik strategis, selain itu juga disesuaikan dengan 'demand' pasar," ungkapnya.
Dukungan Efisiensi dan Pengurangan Dampak LingkunganPT KAI menilai lokasi Stasiun Brumbung memiliki posisi strategis dalam jaringan logistik serta sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Melalui layanan ini, PT KAI berkomitmen memberikan manfaat berupa pengurangan emisi gas buang serta menekan kemacetan lalu lintas akibat angkutan logistik berbasis jalan raya.
Selain itu, penggunaan kereta barang diharapkan mampu mengurangi kerusakan jalan yang selama ini disebabkan oleh kendaraan angkutan berat.
"Partisipasi KAI dalam menyediakan angkutan barang ini diharapkan membantu pemerintah dalam menekan biaya logistik," ujarnya.
Perkuat Peran Jawa Tengah sebagai Simpul LogistikPT KAI menilai biaya logistik yang masih relatif tinggi menjadi tantangan yang berdampak pada infrastruktur dan efisiensi distribusi barang.
Melalui layanan KA Brumbung Cargo, perusahaan berupaya mendorong efisiensi biaya logistik yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala PT KAI Daop 4 Semarang Mohamad Arie Fathurrochman menyatakan bahwa layanan ini akan memperkuat peran wilayah operasional sebagai simpul logistik strategis di Jawa Tengah.
"Layanan ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung pengembangan ekosistem logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan," ungkapnya.




